MASUK

Rabu, 16 Maret 2011

Buat kakak Rama

Aku tidak tahu, apakah perbuatanku ini salah ataukah satu kebenaran dari masalah yang ku hadapi sekarang? Dari segala yang kuketahui, aku percaya bahwa diriku tidak memiliki kemampuan untuk melakukan yang lain, setelah aku terombang ambing oleh kebingungan yang berkepanjangan. Sementara rasa kecemasan dan kekhawatiran seakan telah mencabik-cabik akal sehatku. Terlalu bayak kekuranganku. Percayalah bahwa aku melakukan ini untuk kebahagian kita berdua, karena aku sayang sama kamu dan aku tak mau engkau tersakiti dan akan menyesali apa yang telah terjadi pada kita di kemudian hari.. Oleh karena itu aku tidak akan mengambil keputusan hingga aku benar-benar mampu untuk melakukannya tanpa keraguan yang akan membuatku menariknya kembali.
Aku mengambil sebuah keputusan dengan memutuskan hubungan kita demi memperbaiki diri dan pribadi kita masing-masing. Sebagaimana yang dikatakan orang-orang bahwa meminimalisir kerugian adalah sebuah keuntungan. Walapun keputusan yang aku ambil akan sangat menyakitkanku sebagaimana aku percaya bahwa keputusan ini juga telah menyebabkanmu tersakiti. Aku selalu berdoa semoga Allah memberi balasan kebaikan atas semua ini. Bagaimanapun aku dan kamu hanya seorang manusia biasa, walaupun kesatuan cinta tidak berpihak pada kita dan kita tak bisa mendapatkan apa yang kita anggap telah menjadi hak kita,, atau mungkin hari-hari masih menyimpannya sampai tiba waktu yang tepat bagi kita. Tapi, aku tahu bahwa aku tak punya kuasa dan tidak mampu untuk bersabar menghadapi segala tuntutan dan permintaanmu. Maka dari itu aku putuskan untuk berpisah. Aku sangat berterima kasih akan penantian, kesabaran, dan kebaikan yang selama ini telah kamu berikan padaku. Terima kasih juga karena telah mengajarkanku banyak hal yang sebelumnya belum pernah aku ketahui. Yakinlah kamu akan mendapatkan perempuan yang lebih cocok untukmu. Berhati-hatilah dalam memilih seseorang yang akan menjadi pasanganmu nanti, agar kamu tak menyesal di kemudian hari. Sungguh kamu adalah sosok pribadi yang baik, tak akan sulit bagimu untuk mendapat gantiku. Aku tahu seandainya persoalan ini hanya berhubungan dengan diriku saja, tentu aku akan mencoba bertahan, tapi aku tak bisa,, terlalu banyak jurang pemisah diantara kita. Mulai dari perbedaan prinsip, sifat dan maaf kamu pasti sudah bisa membaca apa maksudku yang sebenarnya.
Kita mempunyai ego yang sama besarnya dan itu akan menjadi bumerang buat hubungan kita. Apabila masih dipaksakan untuk dipertahankan. Bukan berarti aku tak sayang dan percaya padamu. Tetapi pahamilah, kita hidup dalam sebuah masyarakat yang menjunjung adat, aturan, dan etika. Maafkan aku, karena aku tak bisa menepati janji-janjiku.. tetaplah menjadi ARMEY RAMA KURNIAWAN yang selalu tersenyum bahagia, selalu membuat orang disekitarnya bahagia, sabar, tegar, tabah dan disenangi semua orang.. Mungkin hari-hari kita berikutnya akan mengalami perubahan, dimana perubahan itu akan menjadikan kita pribadi yang lebih kuat. Perpisahan ini bukan berarti memberi batas aku dan kamu untuk tetap berkomunikasi. Seperti yang pernah ku katakan sebelumnya, ini hanyalah perbedaan status. Apapun status kita,, kamu tetap bisa berbagi dukamu, bercerita apapun padaku bahkan jika engkau menghendaki kamu juga bisa berbagi sukamu denganku.. Aku tetaplah Aku.. jadikan aku adikmu, atau anggap aku sebagai sahabatmu sebagaimana kamu menganggap RANO, WAWAN, ASWAR, dan ICCANG.. percayalah ini adalah yang terbaik untuk kita berdua..
Segala sesuatu yang telah kita lalui adalah suatu mozaik dari sesuatu yang dinamakan kehidupan. Dimana ada suatu awal dan juga suatu akhir. Akhir kadang memberikan kebahagiaan tapi kadang juga memberikan kelukaan. Kehidupan hanya mempunyai 2 sisi,, bahagia dan sedih.. Kini keputusan itu berada ditangan kita masing-masing. Apakah kita akan menjadikannya suatu akhir yang indah atau sebaliknya???????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar