D A F T A R I S I
KATA PENGANTAR …………………………………………….. i
DAFTAR ISI …………………………………………………….. ii
BAB I
PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
Latar belakang ………………………………………………… 1
Tujuan dan kegunaan ………………………………………… 1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………….. 2
Morfologi ……………………………………………. ……….. 2
Klasifikasi Ilmiah dan Nama Binomal…………………………. 3
Syarat tumbuh ………………………………………………… 3
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………… 4
Penanaman Tanaman Panili…………………………………… 4
Pemeliharaan …………………………………………………. 5
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………… 6
Kesimpulan …………………………………………………… 6
Saran…………………………………………………………... 6
ii
B A B I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Vanili (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko,Negara asal tanaman tersebut.
Dewasa ini pemerintah Indonesia telah berusaha meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup rakyat, terutama taraf hidup petani. Serta menambah pemasukan kas Negara melalui ekspor komoditi, baik itu komoditi migas maupun komoditi non migas.Salah satu bahan ekspor Indonesia yang termasuk dalam komoditi non migas adalah tanaman “ PANILI “. Panili merupakan tanaman sejenis anggrek yang mempunyai pengakaran serabut dan bercabang pendek. Batangnya berbentuk sulur berwarna hijau beruas dan berbuku-buku serta mengandung air dan daunnya runcing. Panili dimanfaatkan untuk memberikan aroma pada kue kering, kue basa (cake), ice krim, coklat, permen, dan lain sebagainya.
Untuk meningkatkan ekspor tanaman Panili, maka produksinya harus lebih ditingkatkan lagi. Baik dari segi jumlah (kuantitas) maupun dari segi mutunya (kualitas). Selain itu, cara lain yang harus ditempuh yaitu melalui teknis budidaya, terutama dalam teknik penanaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai teknik penanaman tanaman Panili.
TUJUAN DAN KEGUNAAN
Tujuan penelitian “ teknik penanaman tanaman Panili “ adalah agar kita tahu teknik penanaman yang benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, seperti yang digunakan para petani Panili di kebun Induk Bikeru Sinjai Selatan. Sedangkan kegunaannya dapat menembah wawasan dan keterampilan kita mengenai teknik penenaman Panili yang baik serta membandingkannya dengan teori.
1
B A B II
TINJAUAN PUSTAKA
MORFOLOGI:
Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari,berwarna hijau,agak lunak,beruas dan berbuku.Panjang rata-rata 15 cm.Tumbuhan melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan. Nama daerah dari vanili adalah panili atau perneli. Daun vanili merupakan daun tunggal.Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku.Warnanya hijau terang,dengan kepanjangan10-25cmserta lebar 5-7 cm.Bentuk daun pipih, berdaging ,bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip.Tulang daun sejajar,tampak setelah daun tersebut tua atau mengering,sedangkan pada waktu daun masih muda tidak jelas kelihatan. Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga.Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang.Bentuk bunganya duduk,berwarna hijau-biru agak pucat,panjang 4-8 cm dan berbau agak harum. Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3sepal,3petal) yang terletak dalam dua lingkaran.Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal.Satu dari petalnya berubah bentuk,menggulung seperti corong yang disebut BIBIR (ROSTELUM). Putik tertutup oleh bibir,sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang,kepala sari (anther) berisi dua butir tepung sari,letaknya lebih tinggi daripada kepala putik.Keistimewaan dari bunga vinili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat.Bila tepung sari diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan. Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan satu hari.Jika bunga yang telah mekar itu tidak segera dikawinkan,akan layu dan kemudian rontok.Oleh sebaba itu harus sering keliling kebun untuk mengontrol perkembangan vanili.
2
KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Vanilla
Spesies : Vanilla Planifolia
NAMA BINOMIAL : Vanilla Planifolia
SYARAT TUMBUH
Syarat tumbuh tanaman Panili di pengaruhi oleh pada beberapa factor penting, yang terdiri atas :
1. Sinar matahari
2. Curah hujan
3. Suhu udara
4. Kelembaban udara
5. Tanah
3
B A B III
HASIL DAN PEMBAHASAN
PENANAMAN TANAMAN PANILI
Cara menanam tanaman panili dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara :
1. Penanaman tanaman panili langsung
2. Penanaman tanaman panili melalui pembibitan.
Selain ke dua cara yang disebutkan diatas, penanaman tanaman panili juga dapat dilakukan dalam bentuk setek. Penanaman setek bibit panili terbagi atas dua cara diantaranya, penanaman lurus dan penanaman melengkung.
Proses penanaman tanaman panili sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, karena curah hujan pada saat itu tidak terlalu besar, sehingga tidak menimbulkan banyak genangan air pada areal tanam. Karena hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pembusukan pada bibit tanaman. Baik itu bibit dari penanaman secara langsung, melalui pembibitan diawal, atau dengan cara setek. Sebelum penanaman tanaman panili areal tanam harus disterilkan dulu dari rumput liar, genangan air, sampah, dan lain sebagaimya.
Saat yang baik untuk mengawinkan bunga vanili adalah pada pagi hari.Hari-hari basah dan kering sekali tidak baik untuk penyerbukan. Berhasil atau tidaknya penyerbukan akan tampak setelah dua atau tiga hari.Bunga yang berhasil diserbuki akan berubah warnanya menjadilebih pucat.Enam buah daun bunganya akan layu tetapi tangkai bunganya tetap menempel pada tandan bunga.Bunga yang tidak berhasil diserbuki akan gugur.Setelah terjadi pembuahan antara 10-15 buah,bunga pada tandan yang masih kuncup sebaiknya dipangkas,agar zat makanan yang dihisap oleh tanaman diakumulasikan pada pembentukan dan pembesaran buah. Pada waktu bunga mekar,panjang bakal buah 2-4 cm dengan garis tengah 5 mm.Satu minggu setelah penyerbukan bakal buah itu dapat mencapai panjang 8-10 cm.
4
Lima minggu kemudian buah telah mencapai panjang maksimal 20-25cm,dengan garis tengah 1,5 cm.Setelah buah mencapai perkembangan yang maksimal,lima atau enam bulan kemudian buah akan masak. Warna buah mula-mula hijau muda,kemudian hijau tua disertai dengan garis-garis kuning menjelang masak.Buah yang telah masak berwarna coklat tua.Jika dibiarkan masak di pohon,buah akan pecah menjadi dua bagian,dan menyebarkan aroma vanili.Biji buah kecil-kecil,banyak sekali jumlahnya,berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2mm.
PEMELIHARAAN TANAMAN PANILI
Agar kita mendapatkan hasil yang memuaskan dari penanaman tanaman panili. Diperlukan cara pemeliharaan yang tepat. Cara pemeliharaan panili dimulai dengan cara :
1. Penyulaman, yang berarti bibit yang digunakan harus sehat, bebas dari hama dan penyakit.
2. Penyiraman, yang berarti tanaman panili harus disiram sesuai takaran atau disiram sesuai dengan kebutuhan dari tanaman itu sendiri.
3. Pemberian Mulsa, digunakan sebagai penjaga kelembaban tanah disekitar induk tanaman. Karena dapat menyimpan air lebih lama sehingga kelembaban areal tanam dapat terjaga.
4. Pemupukan, dilakukan sebanyak 2X dalam setahun ( sesuai waktu tanam tanaman panili).
5. Pengendalian hama dan penyakit, yaitu diperlukan pemeliharahaan khusus terhadap tanaman serta perhatian yang cukup.
5
B A B IV
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Teknik penanaman tanaman Panili meliputi penyiapan bibit tanam yang baik, bebas hama dan penyakit, proses penanaman dan proses pemeliharaan tanamn panili. Ditinjau dari teknik penanaman yang di lakukan di Kebun Induk Bikeri secara garis besarnya teknik tersebut sudah sesuai. Tetapi masih pelu dilakukan perbaikan yaitu dengan cara pembuatan Lubang tanam pada pohon pelindung terlebih dahulu.
SARAN
Sebaiknya penanaman panili harus dilakukan sesuai teknik penanamannya, agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut lebih baik dari yang sebelumnya. Dan dapatmeningkatkan tiingkat produktifitasnya, baik dari segi jumlah (kuantitas) maupun mutunya (kualitas).
6
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga laporan mengenai “ TEKNIK PENANAMAN TANAMAN PANILI “ dapat selesai tepat pada waktunya. Tak lupa pula saya ucapkan banyak terima kasih kepada guru pembimbing saya Bapak INCE BAKRI S.Pd. Karena apabila tanpa bimbingan dan bantuannya, KArya Ilmiah ini mungkin tidak dapat selesai tepat pada waktunya.
Dalam Karya Ilmiah ini terdapat beberapa bahan yang disajikan dengan tujuan dapat menambah dan mengembangkan pengetahuan para pembaca mengenai “ TANAMAN PANILI “. Bukan hanya mengetahui bentuk setelah tanaman itu di olah melalui proses. Dimana proses tersebut, menghasilkan panili yang selam ini kita gunakan sebagai bahan untuk memberikan aroma pada makanan, tetapi juga mengetahui bentuk morfologi, cara penanaman , dan cara pemeliharaan tanaman panili itu sendiri.
Dengan demikian, mudah-mudahan Karya Ilmiah ini dapat memberikan manfaat secara optimal kepada para pembaca tentang
“ TEKNIK PENANAMAN TANAMAN PANILI “.Saya tahu Karya Ilmiah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan ibarat tak ada gading yang tak retak, maka saya mengharapkan kepada para pembaca agar dapat memberi masukan dalam hal perbaikan laporan saya selanjutnya.
P E N U L I S
MASUK
-
“PANDANGAN PERTAMA” NAMA : ARRAFIANSYAH ANNUR KELAS : XI IPA C Ketika aku melihatmu Aku merasa bahagia Di saat aku bersamamu Aku j...
-
a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut ...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan antara guru dan ...
-
Sekolah atau lembaga pendidikan pada umumnya adalah sarana bagi proses pewarisan maupun transformasi pengetahuan dan nilai-nilai antar gener...
-
Berbeda dengan musik tradisi, musik non tradisi atau yang sering disebut sebagai musik modern, tidak lahir dari budaya suatu masyarakat t...
-
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas ijin-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami sadar da...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku yang sangat penting dalam kehidupan man...
-
Laporan dari bahasa latin reportare, membawa kembali dokumen tertulis yang disusun sebagai hasil dari prosedur untuk menjelaskan informasi....
-
PELATIHAN PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN ICT BAGI GURU SMP DAN SMA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2...
Rabu, 16 Maret 2011
Rundown Acara
1. 19.00 – 19.05 : Pembukaan oleh MC tentang acara Launching Album Angewa …
- Bapak Bupati Pangkep, dan segenap PEMDA Pangkep
- Bpk Ir H A Luthfy Hanafi SE sebgai Pembina Angewa - Bpk Mallarangan - Bpk H A Hery Suhari Attas & Bpk - H. Suhidin SE - Bpk Iptu H Syamsuddin BM - PT DJARUM - ET Studio Makassar - Bpk Ramli - KD Cell Bungoro, ABS Cell, Bengkel HP Pangkep - ZeeP Music Studio, - Chapila FM - Fren Mobile 8 - Prambors FM Makassar, Jogja, dan Bandung - Percetakan Offset SANUR INDAH - Sonic Speed Team - Acca Fm & Mps FM Palopo - H Umar ( Marimis ) & Cv Sumber Harapan - Cahaya Ujung, Indo Murah, - Fajar TV Makassar, Fajar Fm dan Fajar Group - Torani FM,
- Crebecq FM dan Crebecq Lovers Dan semua Pihak Yang telah Ikut serta Membantu terselenggaranya Acara Ini
2. 19.05—20.05 : Band Pengisi Acara
Band I Maros : 3 Lagu
Band II Pangkep : 3 Lagu
Band III Maros : 3 Lagu
3. 20.05 – 20.40 : Sambutan,
Pembina, Oleh : …………………………….
Undangan : …………………………….
4. 20.40 – 21.00 : Dilanjutkan Doa Bersama Dipimpin Oleh …………………..
5. 21.00 - 21.10 : Penyerahan Secara Symbolis CD dan Poster Kesalah satu Media
Diserahkan Oleh Bpk Iptu Syamsuddin BM kepada
Media ……………………………………………………………..
5. 21.10 – 21.20 : Pemutaran Slide Show
6. 21.20 – 21.25 : Pemutaran videoKlip Angewa (personil siap Dipanggung, shoot back dari Proyektor Screen ke panggung), Angewa Show
7. Selesai : MC Menutup acara… disertai ucapan terima kasih kepada Pihak Sponsor dan Media Partner ( Liast Diatas)
- Bapak Bupati Pangkep, dan segenap PEMDA Pangkep
- Bpk Ir H A Luthfy Hanafi SE sebgai Pembina Angewa - Bpk Mallarangan - Bpk H A Hery Suhari Attas & Bpk - H. Suhidin SE - Bpk Iptu H Syamsuddin BM - PT DJARUM - ET Studio Makassar - Bpk Ramli - KD Cell Bungoro, ABS Cell, Bengkel HP Pangkep - ZeeP Music Studio, - Chapila FM - Fren Mobile 8 - Prambors FM Makassar, Jogja, dan Bandung - Percetakan Offset SANUR INDAH - Sonic Speed Team - Acca Fm & Mps FM Palopo - H Umar ( Marimis ) & Cv Sumber Harapan - Cahaya Ujung, Indo Murah, - Fajar TV Makassar, Fajar Fm dan Fajar Group - Torani FM,
- Crebecq FM dan Crebecq Lovers Dan semua Pihak Yang telah Ikut serta Membantu terselenggaranya Acara Ini
2. 19.05—20.05 : Band Pengisi Acara
Band I Maros : 3 Lagu
Band II Pangkep : 3 Lagu
Band III Maros : 3 Lagu
3. 20.05 – 20.40 : Sambutan,
Pembina, Oleh : …………………………….
Undangan : …………………………….
4. 20.40 – 21.00 : Dilanjutkan Doa Bersama Dipimpin Oleh …………………..
5. 21.00 - 21.10 : Penyerahan Secara Symbolis CD dan Poster Kesalah satu Media
Diserahkan Oleh Bpk Iptu Syamsuddin BM kepada
Media ……………………………………………………………..
5. 21.10 – 21.20 : Pemutaran Slide Show
6. 21.20 – 21.25 : Pemutaran videoKlip Angewa (personil siap Dipanggung, shoot back dari Proyektor Screen ke panggung), Angewa Show
7. Selesai : MC Menutup acara… disertai ucapan terima kasih kepada Pihak Sponsor dan Media Partner ( Liast Diatas)
Proposal Pengembangan
“Capila Broadcasting Radio”
WHO ?
Siapa Chapila ?
Anak muda yang dinamis, aktif, berani dan mencoba sesuatu yang baru, open minded, hura-hura tapi tetap cinta keluarga. Kawula muda dengan gaya hidup yang kreatif, gesit, dan jujur. Mereka memiliki pemikiran yang positif, seru, percaya diri, terkini, peduli, berada dalam kelompok (tidak individualis), membumi, menghargai nilai-nilai persahabatan. Mereka menghargai seni dan budaya, termasuk juga ikut serta dalam aktivitas komunitas. Pendapat mereka pada umumnya sangat didengar oleh kelompok mainnya.
Tujuan :
• Potensi dan kreativitas remaja Pangkep yang dinamis dan has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi ciri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada perkembangan media informasi, membuat beberapa pemuda pangkep merasa terpanggil untuk ikut memajukan sarana komunikasi sebagai wadah penyebaran informasi baik bersifat khusus maupun umum kemasayarakatan, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional.
Latar Belakang
Proposal pengembangan Broadcasting Radio ini
Dilatarbelakangi oleh faktor-faktor berikut ini:
• Pangkajene salah satu pusat kota diwilayah Sulawesi-selatan, mempunyai cerita yang panjang mengenai tegak dan miringnya pola- pola kehidupan sosial akibat bercampurnya budaya lokal dengan budaya luar. Disisi lain kampus yang diharapkan mampu menciptakan tata hubungan yang dinamis tidak mampu menjawab tantangan ini, sehingga terjadi pemberontakan ide yang berujung pada dua titik, yang pertama, diarahkan pada inovasi dan pengembangan sumber daya secara maksimal dalam berbagai bidang termasuk Media informasi Elektronik salah satunya yaitu Radio. Sedangkan yang kedua, hanya terbuai pada suguhan inovasi sehingga terjadi stagnasi generasi. Media informasi Elektronik yang bersifat universal mampu menyuguhkan pelajaran sebagai proses aktualisasi cipta, rasa, dan karsa menjadi sumber perenungan yang dalam tetang potensi yang yang dapat digali demi kemajuan diri dan zaman yang terus bergerak. Cerminan remaja yang sesungguhnya patut ditunjukkan pada usia-usia yang beranjak remaja, seperti kaum muda yang akan menapakkan diri dibangku kuliahan, sehingga generasi selanjutnya tidak hanya terbuai tapi mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan yang terus berubah.
• Sebagai langkah awal menuju semua itu, maka Angewa berupaya mengangkat kreativitas tersebut sebagai suatu produk nyata yang akan diPromosikan ke seluruh wilayah Indonesia, dalam bentuk Album hasil karya cipta sendiri
Tujuan
Adapun tujuan dari
Cahapila FM bergerak dibidang usaha jasa radio siaran swasta nasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai media masa elektronik, Chapila menyampaikan informasi kepada masyarakat dan memenuhi permintaan produsen/klien untuk menginformasikan produknya. Apabila diperlukan, Chapila juga membantu produsen/klien untuk menangani kegiatan yang bersifat off-air.
Program Unggulan
Adapun program Unggulan Radio ini
• Sapa Bhaskara : Morning show! Ngebangunin Insan Muda yang mau sekolah & Nemenin Insan Muda yang berangkat sekolah.
• Masipa (Mari Siapkan Pagi ini) : Diperuntukkan bagi insan muda yang beraktfitas di siang atau sore hari, dimana pagi hari biasanya dipergunakan untuk santai sambil mempersiapkan segala kebutuhan untuk beraktifitas nanti.
• ROL (Request On List) : Acara request yang sensasional yang dikemas secara apik memutarkan lagu requestan insan muda.
• Raming (Ramalan Mingguan) : Ramalan tentang sekolah, karir, akademi, sampe tentang kehidupan cintanya insan muda. Insan muda yang sms atau minta diramalin langsung kita telepon.
• Dr Penta (Penasehat Cinta) : Membahas semua masalah, cinta, sahabat, sema tentang hidup insan muda (sebagai tempat curhat).
• Lika-Liku Cinta CINTA : Sebuah program semidrama radio yang setiap minggunya mengangkat tema-tema cinta dan konfliknya.
• Capila NGE-JAMZ : Program ini menyajikan live on air dari sebuah band dengan format akustik, baik lokal maupun nasional, baik indie maupun major, namun satu hal yang menarik adalah dimana band yang tampil akan ditantang untuk membawakan playlist yang disiapkan oleh Capila.
• Tedol (Tempoe Doeloe) : Program yang akan mengajak insan muda untuk bernostalgia dengan lagu-lagu Indonesia yang pernah menjadi hits beberapa tahun yang lalu.
Jadwal Program Acara
Sunday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 12.00 Chapila's Top 40
12.00 - 13.00 Indie
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Hai Rock
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 20.00 Asli Indonesia
20.00 - 21.00 Asli Indonesia
21.00 - 22.00 Ajang Musikal
22.00 - 00.00 Terbaik Terbaik
24.00 - 01.00 Hot Request
Monday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 BaRolasan
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 DTN (Dasa Tembang Nusantara)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 OIYO
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Tuesday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)]
16.00 - 17.00 Klinik 24
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Hip Hop
21.00 - 22.00 Radio Gelap
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Wednesday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 BaRolasan
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 Rabu Rock
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Reggae Spesial
21.00 - 22.00 Apresiasi Musik
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Thursday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Musik Ngaso
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 TTK
22.00 - 00.00 Kedai 24
24.00 - 01.00 Hot Request
Friday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 Pangkep Top Hits
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 SASISOMA (Sana Sini Soal Agama)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 MorAl (Humor Alternative)
22.00 - 00.00 Slow Rock Special
24.00 - 01.00 Hot Request
Saturday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Resah (Referensi Absah)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Yangka Yangki
21.00 - 22.00 Flight 1061
22.00 - 00.00 You And I
24.00 - 01.00 Hot Request
Penutup
Dengan dukungan semua pihak, maka besar harapan adalah Terealisasinya Program ini dengan baik, dan mampu meraih tujuan yang di emban, sehingga citra Pangkep sebagai kota pendidikan dan budaya, akan sanggup menyuguhkan kesejukan, kedamaian dan kebersamaan serta persaudaraan.
Susunan Organisasi CBR FM
CHAPILA BROADCASTING RADIO
Jl. Kapt Pahlawan Laut Bungoro Pangkep
Penasehat / Pelindung : Ir. H A Arfan Tualle MBa
Pembina : 1. Iptu H Sayamsuddin BM
2. H A. Muh Syahrir Amir
3. Zulkarnain Iskandar
Ketua Umum : Muh Taufiq Z
Pelaksana Harian
Ketua : Muh Taufiq Zulkarnaen
Wakil Ketua : Ardhan Ariezta
Bendahara : Dewy Azriyanti
Sekretaris I : Unhy Zainuddin
Sekretaris II : Fandy Nugraha T
Penanggung Jawab siaran
Pimpinan Studio : M Taufiq Syam
Wak Pimp Studio : Firmansyah
Siaran :
1. Uphi
2. Owp
3. Ale
4. Lina
5. Dewi
Diskotik : 1. Pimmo
2. Ilal
Editing : 1. Andy
Tekhik : 1. Muh Alief
2. Maman
Humas : 1. Wawan
2. Iekhy
Reportase : 1. Dhian
2. Astin
Dana : 1. Alfian
2. Ajhy
Program : 1. Uthe’
2. Uphy
WHO ?
Siapa Chapila ?
Anak muda yang dinamis, aktif, berani dan mencoba sesuatu yang baru, open minded, hura-hura tapi tetap cinta keluarga. Kawula muda dengan gaya hidup yang kreatif, gesit, dan jujur. Mereka memiliki pemikiran yang positif, seru, percaya diri, terkini, peduli, berada dalam kelompok (tidak individualis), membumi, menghargai nilai-nilai persahabatan. Mereka menghargai seni dan budaya, termasuk juga ikut serta dalam aktivitas komunitas. Pendapat mereka pada umumnya sangat didengar oleh kelompok mainnya.
Tujuan :
• Potensi dan kreativitas remaja Pangkep yang dinamis dan has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi ciri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada perkembangan media informasi, membuat beberapa pemuda pangkep merasa terpanggil untuk ikut memajukan sarana komunikasi sebagai wadah penyebaran informasi baik bersifat khusus maupun umum kemasayarakatan, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional.
Latar Belakang
Proposal pengembangan Broadcasting Radio ini
Dilatarbelakangi oleh faktor-faktor berikut ini:
• Pangkajene salah satu pusat kota diwilayah Sulawesi-selatan, mempunyai cerita yang panjang mengenai tegak dan miringnya pola- pola kehidupan sosial akibat bercampurnya budaya lokal dengan budaya luar. Disisi lain kampus yang diharapkan mampu menciptakan tata hubungan yang dinamis tidak mampu menjawab tantangan ini, sehingga terjadi pemberontakan ide yang berujung pada dua titik, yang pertama, diarahkan pada inovasi dan pengembangan sumber daya secara maksimal dalam berbagai bidang termasuk Media informasi Elektronik salah satunya yaitu Radio. Sedangkan yang kedua, hanya terbuai pada suguhan inovasi sehingga terjadi stagnasi generasi. Media informasi Elektronik yang bersifat universal mampu menyuguhkan pelajaran sebagai proses aktualisasi cipta, rasa, dan karsa menjadi sumber perenungan yang dalam tetang potensi yang yang dapat digali demi kemajuan diri dan zaman yang terus bergerak. Cerminan remaja yang sesungguhnya patut ditunjukkan pada usia-usia yang beranjak remaja, seperti kaum muda yang akan menapakkan diri dibangku kuliahan, sehingga generasi selanjutnya tidak hanya terbuai tapi mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan yang terus berubah.
• Sebagai langkah awal menuju semua itu, maka Angewa berupaya mengangkat kreativitas tersebut sebagai suatu produk nyata yang akan diPromosikan ke seluruh wilayah Indonesia, dalam bentuk Album hasil karya cipta sendiri
Tujuan
Adapun tujuan dari
Cahapila FM bergerak dibidang usaha jasa radio siaran swasta nasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai media masa elektronik, Chapila menyampaikan informasi kepada masyarakat dan memenuhi permintaan produsen/klien untuk menginformasikan produknya. Apabila diperlukan, Chapila juga membantu produsen/klien untuk menangani kegiatan yang bersifat off-air.
Program Unggulan
Adapun program Unggulan Radio ini
• Sapa Bhaskara : Morning show! Ngebangunin Insan Muda yang mau sekolah & Nemenin Insan Muda yang berangkat sekolah.
• Masipa (Mari Siapkan Pagi ini) : Diperuntukkan bagi insan muda yang beraktfitas di siang atau sore hari, dimana pagi hari biasanya dipergunakan untuk santai sambil mempersiapkan segala kebutuhan untuk beraktifitas nanti.
• ROL (Request On List) : Acara request yang sensasional yang dikemas secara apik memutarkan lagu requestan insan muda.
• Raming (Ramalan Mingguan) : Ramalan tentang sekolah, karir, akademi, sampe tentang kehidupan cintanya insan muda. Insan muda yang sms atau minta diramalin langsung kita telepon.
• Dr Penta (Penasehat Cinta) : Membahas semua masalah, cinta, sahabat, sema tentang hidup insan muda (sebagai tempat curhat).
• Lika-Liku Cinta CINTA : Sebuah program semidrama radio yang setiap minggunya mengangkat tema-tema cinta dan konfliknya.
• Capila NGE-JAMZ : Program ini menyajikan live on air dari sebuah band dengan format akustik, baik lokal maupun nasional, baik indie maupun major, namun satu hal yang menarik adalah dimana band yang tampil akan ditantang untuk membawakan playlist yang disiapkan oleh Capila.
• Tedol (Tempoe Doeloe) : Program yang akan mengajak insan muda untuk bernostalgia dengan lagu-lagu Indonesia yang pernah menjadi hits beberapa tahun yang lalu.
Jadwal Program Acara
Sunday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 12.00 Chapila's Top 40
12.00 - 13.00 Indie
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Hai Rock
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 20.00 Asli Indonesia
20.00 - 21.00 Asli Indonesia
21.00 - 22.00 Ajang Musikal
22.00 - 00.00 Terbaik Terbaik
24.00 - 01.00 Hot Request
Monday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 BaRolasan
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 DTN (Dasa Tembang Nusantara)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 OIYO
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Tuesday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)]
16.00 - 17.00 Klinik 24
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Hip Hop
21.00 - 22.00 Radio Gelap
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Wednesday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 BaRolasan
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 Rabu Rock
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Reggae Spesial
21.00 - 22.00 Apresiasi Musik
22.00 - 00.00 RelaXession
24.00 - 01.00 Hot Request
Thursday
05.00 - 07.00 Good Morning Youngsters
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Musik Ngaso
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 TTK
22.00 - 00.00 Kedai 24
24.00 - 01.00 Hot Request
Friday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 Pangkep Top Hits
15.00 - 16.00 ROL (Request On List)
16.00 - 17.00 SASISOMA (Sana Sini Soal Agama)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Andrawina
21.00 - 22.00 MorAl (Humor Alternative)
22.00 - 00.00 Slow Rock Special
24.00 - 01.00 Hot Request
Saturday
05.00 - 07.00 Sapa Bhaskara
07.00 - 09.00 Masipa
09.00 - 10.00 Sasanastri
10.00 - 12.00 Tancap Gas
12.00 - 13.00 Rolasan
13.00 - 14.00 ROL (Request On List)
14.00 - 15.00 ROL (Request On List)
15.00 - 16.00 GARISAN (GAulnya paRa sISwa sekolahaAN)
16.00 - 17.00 Resah (Referensi Absah)
17.00 - 19.00 Gita Pertiwi
19.00 - 21.00 Yangka Yangki
21.00 - 22.00 Flight 1061
22.00 - 00.00 You And I
24.00 - 01.00 Hot Request
Penutup
Dengan dukungan semua pihak, maka besar harapan adalah Terealisasinya Program ini dengan baik, dan mampu meraih tujuan yang di emban, sehingga citra Pangkep sebagai kota pendidikan dan budaya, akan sanggup menyuguhkan kesejukan, kedamaian dan kebersamaan serta persaudaraan.
Susunan Organisasi CBR FM
CHAPILA BROADCASTING RADIO
Jl. Kapt Pahlawan Laut Bungoro Pangkep
Penasehat / Pelindung : Ir. H A Arfan Tualle MBa
Pembina : 1. Iptu H Sayamsuddin BM
2. H A. Muh Syahrir Amir
3. Zulkarnain Iskandar
Ketua Umum : Muh Taufiq Z
Pelaksana Harian
Ketua : Muh Taufiq Zulkarnaen
Wakil Ketua : Ardhan Ariezta
Bendahara : Dewy Azriyanti
Sekretaris I : Unhy Zainuddin
Sekretaris II : Fandy Nugraha T
Penanggung Jawab siaran
Pimpinan Studio : M Taufiq Syam
Wak Pimp Studio : Firmansyah
Siaran :
1. Uphi
2. Owp
3. Ale
4. Lina
5. Dewi
Diskotik : 1. Pimmo
2. Ilal
Editing : 1. Andy
Tekhik : 1. Muh Alief
2. Maman
Humas : 1. Wawan
2. Iekhy
Reportase : 1. Dhian
2. Astin
Dana : 1. Alfian
2. Ajhy
Program : 1. Uthe’
2. Uphy
Launching Album Angewa
“Pangkep Juga Punya”
Pemikiran
Proposal Launching Album Angewa ini
Dilatarbelakangi oleh pemikiran berikut:
• Potensi dan kreativitas remaja Pangkep yang dinamis dank has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi cirri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada prestasi yang telah diraih oleh Personil Angewa band, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional..
Latar Belakang
Proposal Launching Album Angewa ini
Dilatarbelakangi oleh faktor-faktor berikut ini:
• Pangkajene salah satu pusat kota diwilayah Sulawesi-selatan, mempunyai cerita yang panjang mengenai tegak dan miringnya pola- pola kehidupan sosial akibat bercampurnya budaya lokal dengan budaya luar. Disisi lain kampus yang diharapkan mampu menciptakan tata hubungan yang dinamis tidak mampu menjawab tantangan ini, sehingga terjadi pemberontakan ide yang berujung pada dua titik, yang pertama, diarahkan pada inovasi dan pengembangan sumber daya secara maksimal dalam berbagai bidang termasuk musik. Sedangkan yang kedua, hanya terbuai pada suguhan inovasi sehingga terjadi stagnasi generasi. Musik yang bersifat universal mampu menyuguhkan pelajaran sebagai proses aktualisasi cipta, rasa, dan karsa menjadi sumber perenungan yang dalam tetang potensi yang yang dapat digali demi kemajuan diri dan zaman yang terus bergerak. Cerminan remaja yang sesungguhnya patut ditunjukkan pada usia-usia yang beranjak remaja, seperti kaum muda yang akan menapakkan diri dibangku kuliahan, sehingga generasi selanjutnya tidak hanya terbuai tapi mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan yang terus berubah.
• Sebagai langkah awal menuju semua itu, maka Angewa berupaya mengangkat kreativitas tersebut sebagai suatu produk nyata yang akan diPromosikan ke seluruh wilayah Indonesia, dalam bentuk Album hasil karya cipta sendiri
Tujuan
Adapun tujuan diadakannya Launching Album Angewa ini dimaksudkan untuk:
Internal :
• Memperkenalkan, Angewa sebagai salah satu Band kreativitas remaja pangkep, yang mempunyai Produk Album (lagu hasil karya sendiri)
• Dimulainya proses Promosi oleh management angewa keseluruh wilayah Indonesia, baik itu melalui media cetak, radio, televise, internet, Handphone dsb
• Sebagai start awal memasuki Dunia Entertainment, dimana dalam hal ini upaya ketingkat nasional merupakan target utama.
Eksternal :
• Menunjukkan gambaran terkini wajah Pangkep sebagai kota budaya, pendidikan dan pariwisata.
• Menghadirkan cita rasa damai dalam kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat Pangkep.
• Membangkitkan jiwa kretifitas remaja yang pasif menjadi ajang aktualisasi diri dalam pergaulan kota Pangkep.
Detail Penyelenggaraan
Nama Kegiatan : Launching Album Angewa
Tema Kegiatan : Pangkep Juga punya
Materi Kegiatan : Performa Stage
Artis/Band : Angewa & Band pembuka (Midlle Finger + Restu Bumi )
A. Performa Satage
Kegiatan : Music concert + Launching Album
Tempat Penyelenggaraan:
Jl. Poros Makasar - Pare, Depan gedung KNPI (Radio Pemkab Pangkep Torani), Jembatan Kota Pangkep
Tanggal : 10 January 2009
Waktu : 19.00 s/d 22.00 Wib
Target Penonton : 2.000 orang
Sasaran : Masyarakat umum dan tamu undangan dari Pihak Media, dan Partisipan se Sulawesi-selatan
Penutup
Dengan dukungan semua pihak, maka besar harapan adalah terselenggaranya acara ini dengan baik, dan mampu meraih tujuan yang di emban, sehingga citra Pangkep sebagai kota pendidikan dan budaya, akan sanggup menyuguhkan kesejukan, kedamaian dan kebersamaan serta persaudaraan.
Susunan Panitia
Susunan panitia Launching Album Angewa adalah:
Pelindung : Bupati Kab Pangkep
Penasehat : Iptu H Syamsuddin
Ketua I : Taufiq
Ketua II : Amar
Sekretaris : Abd Aziz
Bendahara : A. Mahrajan
Bidang Kesekretariatan
Koordinator : Muh Sabri
Bidang Usaha Dana
Koordinator : Usman
Bidang Artis Management
Koordinator : Muh Namri
Bidang Publikasi dan Dokumentasi
Koordinator : Pa’di
Bidang Kreatif
Koordinator : Hasjudin
Bidang Perijinan dan Kehumasan
Koordinator : Sudirman
Bidang Logistik
Koordinator : Nila
Bidang Perlengkapan dan Transportasi
Koordinator : Abd Kahar
Bidang Keamanan
Koordinator : Randy
Kriteria Sponsorship
Partisipasi sponsor-sponsor dalam event Launching Album Angewa akan digolongkan dalam tiga jenis: Sponsor Title, Sponsor Utama dan Sponsor Pendukung
a. Sponsor Title
Partisipan ini merupakan satu-satunya sumber pendanaan yang bersifat promosi. Panitia akan sangat menghargai peran serta sponsor title dengan memcantumkan nama partisipan lain, pada setiap kegiatan ini dalam seluruh publikasi, promosi dan pelaksanaan kegiatan. Partisipan sponsor title diharuskan menyediakan dana sebesar: Rp 15.000.000 (Lima belas juta rupiah) dan akan mendapatkan fasilitas berupa:
• Dibatasi hanya untuk satu perusahaan
• Pencantuman logo sebagai sponsor title acara
• Pencantuman logo di spanduk
• Pencantuman logo di poster acara
• pencantuman logo dibaliho
• Pencantuman logo di semua iklan media cetak
• Pencantuman logo di Backdrop panggung
• Pencantuman logo di co card
• Spoot Iklan Radio dan Media Cetak
• Penyebutan oleh MC sebagai sponsor title
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan brosur ke penonton
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan produk ke penonton
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan sticker ke penonton
• Diperbolehkan memasang tenda sanafil 5 x 5 meter sebanyak 1 tenda pada waktu acara
• Diperbolehkan memasang vertical Banner di lokasi pelaksanaan (produksi, pajak dan pemasangan ditanggung oleh sponsor)
b. Sponsor Utama
Hak partisipan untuk menjadi sponsor utama hanya diberikan kepada 2 perusahaan yang bersedia menyediakan dana masing-masing sebesar: Rp 10.000.000 (Sepuluh juta Rupiah). Kepada sponsor utama tidak membatasi hak sponsor biasa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hak sponsor utama adalah:
• dibatasi hanya untuk dua perusahaan
• pencantuman logo di spanduk
• Spoot Iklan Radio dan Media Cetak
• pencantuman logo dibaliho
• pencantuman logo di poster acara
• pencantuman logo di brosur acara
• pencantuman logo di semua iklan media cetak
• pencantuman logo di backdrop panggung
• penyebutan oleh MC sebagai sponsor
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan brosur ke penonton
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan produk ke penonton
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan sticker ke penonton
• Diperbolehkan memasang tenda sanafil 5 x 5 meter sebanyak 1 tenda pada waktu acara
• Diperbolehkan memasang vertical Banner di lokasi pelaksanaan (produksi, pajak dan pemasangan ditanggung oleh sponsor)
c. Sponsor Pendukung
Sponsor pendukung merupakan partisipan yang hanya bersedia untuk berpubliaksi dalam hal-hal yang spesifik saja sesuai dengan besarnya dana partisipasi yang diberikan. Sponsor biasa ini termasuk perusahaan yang bersedia menyediakan fasilitas dalam kegiatan ini. Perinciannya sebagai berikut:
• Sponsorship berupa spanduk
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep
Jumlah : 10 buah
Ukuran Spanduk : 8 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 7 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 100.000 per buah
Ketentuan : Dalam spanduk terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa spanduk perusahaan
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep
Jumlah : 10 buah
Ukuran Spanduk : 8 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 1 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 100.000 per buah
Ketentuan : Dalam spanduk terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa banner stage
Jumlah : 9 buah
Ukuran : A. 6 x 0,8 m B. 3 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : Selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 200.000 per buah
Ketentuan : Vertical Banner terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Posisi : Atas dan kanan kiri panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa Neon box
Jumlah : 8 buah
Ukuran : 27 x 43 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : Selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 200.000 per buah
Posisi : Atas dan kanan kiri panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa umbul-umbul perusahaan
Jumlah : Diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan
Ukuran : Diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 1 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp. 50.000 per buah
Ketentuan : Pada umbul-umbul terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa ( Produksi, pajak dan pemasangan ditanggung sponsor)
Posisi : 0,5 Km Sepanjang jalan menuju panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa poster
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep dan sekitarnya hingga Makasar, dan disebarkan juga kemedia diseluruh Indonesia
Bahan : Kertas A3 full color
Jumlah : 2.000 pcs
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : Maksimal 20 perusahaan
Durasi : 5 hari sebelum acara,
Nilai Promosi : 250.000 tiap ukuran 5x5 cm persegi
Ketentuan : Dalam poster terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa Pamflet kegiatan
Sasaran : Café, restoran, warnet, art gallery, airport, pusat informasi turis, pusat kemasyarakatan, universitas, toko buku, agen periklanan, radio station, tabloid pariwisata dll.
Jumlah : 3000 ex
Ukuran : 5 x 7 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 10 sponsor
Nilai Promosi : Rp. 250.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam leaflet terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa kaos
Jumlah : 50 buah
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 7 Sponsor
Nilai Promosi : Rp 50.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Pada kaos terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa baliho kegiatan
Jumlah : 1 buah
Posisi : Tempat strategis di kota Pangkep
Ukuran : 4 Tripleks
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 5 hari sebelum
Jumlah Sponsor : 6 Sponsor
Nilai Promosi : Rp 1.000.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam baliho terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa ( Produksi, pajak dan pemasangan ditanggung sponsor)
• Sponsorship berupa stiker acara
Jumlah : 1000 lembar
Ukuran Spanduk : 10 x 5 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 4 sponsor
Nilai Promosi : Rp 300.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam stiker terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa Co Card
Jumlah : 100 buah
Ukuran : 6 x 5 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 7 sponsor
Nilai Promosi : Rp 100.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam Co Card terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa voucher atau yang lain sebagai registered prize
Jenis : Pembagian hadiah bagi penonton
Ketentuan : Produk atau jasa
Contoh : Voucher atau souvenir, ticket, kaos, kaset dll
Durasi : Pada pelaksanaan acara
Nilai Promosi : Rp. 400.000
KETENTUAN UMUM
1. Nama sponsor pendukung acara Launching Album Angewa akan dicantumkan dalam ucapan terimakasih dalam modul.
2. Sarana promosi yang ditawarkan tidak bersifat mengikat, pihak sponsor dapat mengajukan Quatation yang dikehendaki.
3. Keputusan keikutsertaan dalam sponsorship paling lambat tanggal 23 Desember 2008.
4. Materi Promosi ( art work/copy write) harus sudah diserahkan kepada panitia paling lambat tanggal 25 Desember 2008
5. Sayarat pembayaran dapat dilakukan dengan dua cara tahap, yaitu:
a. Tahap pertama sebesar 60 % dari biaya keseluruhan dalam kontrak yang disepakati oleh sponsor dan panitia.
b. Tahap kedua sebesar 40 % dari biaya keseluruhan, paling lambat tanggal 7 Januari 2009.
6. Syarat pembatalan dapat dilakukan dengan duatahap, yaitu:
a. Pembatalan yang dilakukan oleh pihak sponsor berdasarkan perjanjian kontrakdikenakan biaya 40 % dari total anggaran dalam kontrak.
b. Pembatalan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara , akan dikembalikan 100 %.
FORMULIR KERJASAMA SPONSOR
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama :……………………………
Jabatan :……………………………
Bertindak atas nama : ……………………………
Perusahaan/instansi :……………………………
Alamat : …………………………...
Telepon/fax :……………………………
Menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam acara Launching Album Angewa tanggal 10 January 2009 dengan memilih bentuk partisipasi sebagai berikut:
1. SponsorTitle/Tunggal
2. Sponsor Utama
3. Sponsor Pendamping
4. Donatur
Sedangkan media promosi yang dipilih:
1. Spanduk
2. Poster/Pamflet
3. Booklet/leaflet
4. Umbul-umbul
5. Neon Box
6. Banner Stage
7. Sticker
8. Kaos
9. Co Card
10. Baliho
Materi promosi (art work/ Copy write) bersedia kami serahkan kepada penyelenggara, tanggal …………..2009. untuk itu kami bersedia memberikan sebesar RP. ……………..terbilang…………….
Pangkep, ……………2009
Pihak penerima : Nama,
Tandatangan, Cap Perusahaan/Instansi
……………… ……………………..
PERJANJIAN KERJASAMA
Saya yang bertanda tangan di bawwah ini :
Nama :……………………………………
Jabatan :……………………………………
Dalam hal ini bertindak atas nama panitia Launching Album Angewa dan selanjutnya disebut sebagai pihak pertama.
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :……………………………………
Jabatan :……………………………………
Dalam hal ini bertindak atas nama …………………………….. dan selanjutnya di sebut sebagai pihak kedua.
Dengan ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua terlibat kerjasama dalam event Launching Album Angewa, jogja damai dan berbudaya.
Selanjutnya ketentuan-ketentuan kerjasama ini tertuang didalam pasal-pasal sebagai berikut :
1. Pihak kedua berkewajiban menyediakan dana sebesar RP……………..kepada pihak pertama untuk kepentingan event Launching Album Angewa.
2. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo …………… di spanduk acara.
3. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo ……………. di Pamflet acara yang berjumlah 3000 eksamplar.
4. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo ………….. di Poster acara yang berjumlah 2000 eksamplar.
5. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pemasangan Spanduk Produk logo …………… sejumlah 4 buah di 4 titik panggung.
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan disepakati tanpa adanya unsure paksaan dari pihak mana pun.
Dibuat di : Pangkep
Tanggal : …………..2009
Pihak Pertama, Pihak Kedua,
……………… ……………
Estimasi dana ini hanya untuk intern panitia, bukan untuk pihak sponsor, guna menghindari ketidakpercayaan pihak sponsor dari total budget yang dipaparkan.
1. Kesekertariatan ; proposal, surat menyurat dsb RP. 1.000.000
2. Sewa Sound System 1000 watt lengkap Lighting RP. 2.000.000
3. Produksi Poster, pamplet, plus Cover, Cocard RP. 2.500.000
4. Cd Promo 2000 keping + Box RP. 3.000.000
5. Spanduk 10 Bj @ 150.000 Rp. 1.500.000
6. sewa lokasi dan perizinan RP. 1.000.000
7. Produksi Kaos 50bj @ 50.000 RP. 2.500.000
8. Sticker 1000bj Rp. 1.000.000
9. Snack Panitia Acara @500.000, tamu Undangan 1.000.000 Rp. 1.500.000
10. Sewa Kursi dan tenda
Dan lain-lain….. mohon ditambahkan yang kurang, trus ntar dikalkulasi ulang….
11. …………………………………………………………………... RP. …………
12. …………………………………………………………………... RP. …………
13. …………………………………………………………………... RP. …………
14. …………………………………………………………………... RP. …………
15. …………………………………………………………………... RP. …………
16. …………………………………………………………………... RP. …………
17. …………………………………………………………………... RP. …………
18. …………………………………………………………………... RP. …………
19. …………………………………………………………………... RP. …………
20. …………………………………………………………………... RP. …………
21. …………………………………………………………………... RP. …………
Punya teman yang dipercaya bisa bertanggungjawab pada posisi, dan bisa bekerjasama secara tim (Bukan Panitia Asal-asal), silahkan dimasukkan beserta posisi yang menjadi keahliaannya ….
1. ………………………… Posisi …………………………………………
2. ………………………… Posisi …………………………………………
3. ………………………… Posisi …………………………………………
4. ………………………… Posisi …………………………………………
5. ………………………… Posisi …………………………………………
6. ………………………… Posisi …………………………………………
7. ………………………… Posisi …………………………………………
8. ………………………… Posisi …………………………………………
Rundown Acara
1. 18.00 – 18.45 : Pembukaan oleh MC tentang acara dan (Penyebutan Sponsor), dilanjutkan dengan band pengisi sampai waktu deadline
2. 18.45 – 19.00 :,
3. 19.00 – 20.00 : Sambutan Ketua Panitia, Owner, Undangan (tertuju), dilanjutkan Doa Bersama
4. 20.00 – 20.30 :
5. 20.30 – 20.35 : Pemutaran Slide Show Pejalanan Angewa
6. 20.35 - Selesai : Pemutaran videoKlip Angewa (personil siap Dipanggung, langsung maen dipertengahan videoklip, shoot back dari Proyektor Screen ke panggung)
7. MC Menutup acara… disertai ucapan terima kasih kepada Pihak Sponsor
Rundown Panitia PRE ceremonial
1. Pan TAM, Panitia yg bertanggung jawab pada para undangan, standby pada posisi, menyediakan tempat khusus, menyediakan snack, …
2. Pan MED, panitia yg bertanggung jawab pada media, baik cetak maupun radio dari wilayah lain, menyiapkan tempat dan kebutuhan media slama acara.
3. Pan BP, Panitia yang mendampingi band Pembuka, menyediakan keperluan dan lain sebagainya.
4. Pan Mayor, panitia yang siap mendampingi angewa dengan segala kebutuhannya
5. Pan DoorPrize, Panitia yang bertanggungjawab pada Doorprize, pembagian Album, penyediaan wadah, pembagian sticker dll …
6. pan venue, panitia yang bertanggungjawab pada areal acara, baik dari segi posisi penempatan tamu, undangan, Media, Band, dan penonton…
7. Silahkan Ditambahkan ……………………………………….
8. ………………………………………………………………………………
9. ………………………………………………………………………………
Semua panitia berkoordinasi dan bekerjasama, menutupi bagian lain yang tdk tertutupi
Pemikiran
Proposal Launching Album Angewa ini
Dilatarbelakangi oleh pemikiran berikut:
• Potensi dan kreativitas remaja Pangkep yang dinamis dank has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi cirri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada prestasi yang telah diraih oleh Personil Angewa band, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional..
Latar Belakang
Proposal Launching Album Angewa ini
Dilatarbelakangi oleh faktor-faktor berikut ini:
• Pangkajene salah satu pusat kota diwilayah Sulawesi-selatan, mempunyai cerita yang panjang mengenai tegak dan miringnya pola- pola kehidupan sosial akibat bercampurnya budaya lokal dengan budaya luar. Disisi lain kampus yang diharapkan mampu menciptakan tata hubungan yang dinamis tidak mampu menjawab tantangan ini, sehingga terjadi pemberontakan ide yang berujung pada dua titik, yang pertama, diarahkan pada inovasi dan pengembangan sumber daya secara maksimal dalam berbagai bidang termasuk musik. Sedangkan yang kedua, hanya terbuai pada suguhan inovasi sehingga terjadi stagnasi generasi. Musik yang bersifat universal mampu menyuguhkan pelajaran sebagai proses aktualisasi cipta, rasa, dan karsa menjadi sumber perenungan yang dalam tetang potensi yang yang dapat digali demi kemajuan diri dan zaman yang terus bergerak. Cerminan remaja yang sesungguhnya patut ditunjukkan pada usia-usia yang beranjak remaja, seperti kaum muda yang akan menapakkan diri dibangku kuliahan, sehingga generasi selanjutnya tidak hanya terbuai tapi mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan yang terus berubah.
• Sebagai langkah awal menuju semua itu, maka Angewa berupaya mengangkat kreativitas tersebut sebagai suatu produk nyata yang akan diPromosikan ke seluruh wilayah Indonesia, dalam bentuk Album hasil karya cipta sendiri
Tujuan
Adapun tujuan diadakannya Launching Album Angewa ini dimaksudkan untuk:
Internal :
• Memperkenalkan, Angewa sebagai salah satu Band kreativitas remaja pangkep, yang mempunyai Produk Album (lagu hasil karya sendiri)
• Dimulainya proses Promosi oleh management angewa keseluruh wilayah Indonesia, baik itu melalui media cetak, radio, televise, internet, Handphone dsb
• Sebagai start awal memasuki Dunia Entertainment, dimana dalam hal ini upaya ketingkat nasional merupakan target utama.
Eksternal :
• Menunjukkan gambaran terkini wajah Pangkep sebagai kota budaya, pendidikan dan pariwisata.
• Menghadirkan cita rasa damai dalam kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat Pangkep.
• Membangkitkan jiwa kretifitas remaja yang pasif menjadi ajang aktualisasi diri dalam pergaulan kota Pangkep.
Detail Penyelenggaraan
Nama Kegiatan : Launching Album Angewa
Tema Kegiatan : Pangkep Juga punya
Materi Kegiatan : Performa Stage
Artis/Band : Angewa & Band pembuka (Midlle Finger + Restu Bumi )
A. Performa Satage
Kegiatan : Music concert + Launching Album
Tempat Penyelenggaraan:
Jl. Poros Makasar - Pare, Depan gedung KNPI (Radio Pemkab Pangkep Torani), Jembatan Kota Pangkep
Tanggal : 10 January 2009
Waktu : 19.00 s/d 22.00 Wib
Target Penonton : 2.000 orang
Sasaran : Masyarakat umum dan tamu undangan dari Pihak Media, dan Partisipan se Sulawesi-selatan
Penutup
Dengan dukungan semua pihak, maka besar harapan adalah terselenggaranya acara ini dengan baik, dan mampu meraih tujuan yang di emban, sehingga citra Pangkep sebagai kota pendidikan dan budaya, akan sanggup menyuguhkan kesejukan, kedamaian dan kebersamaan serta persaudaraan.
Susunan Panitia
Susunan panitia Launching Album Angewa adalah:
Pelindung : Bupati Kab Pangkep
Penasehat : Iptu H Syamsuddin
Ketua I : Taufiq
Ketua II : Amar
Sekretaris : Abd Aziz
Bendahara : A. Mahrajan
Bidang Kesekretariatan
Koordinator : Muh Sabri
Bidang Usaha Dana
Koordinator : Usman
Bidang Artis Management
Koordinator : Muh Namri
Bidang Publikasi dan Dokumentasi
Koordinator : Pa’di
Bidang Kreatif
Koordinator : Hasjudin
Bidang Perijinan dan Kehumasan
Koordinator : Sudirman
Bidang Logistik
Koordinator : Nila
Bidang Perlengkapan dan Transportasi
Koordinator : Abd Kahar
Bidang Keamanan
Koordinator : Randy
Kriteria Sponsorship
Partisipasi sponsor-sponsor dalam event Launching Album Angewa akan digolongkan dalam tiga jenis: Sponsor Title, Sponsor Utama dan Sponsor Pendukung
a. Sponsor Title
Partisipan ini merupakan satu-satunya sumber pendanaan yang bersifat promosi. Panitia akan sangat menghargai peran serta sponsor title dengan memcantumkan nama partisipan lain, pada setiap kegiatan ini dalam seluruh publikasi, promosi dan pelaksanaan kegiatan. Partisipan sponsor title diharuskan menyediakan dana sebesar: Rp 15.000.000 (Lima belas juta rupiah) dan akan mendapatkan fasilitas berupa:
• Dibatasi hanya untuk satu perusahaan
• Pencantuman logo sebagai sponsor title acara
• Pencantuman logo di spanduk
• Pencantuman logo di poster acara
• pencantuman logo dibaliho
• Pencantuman logo di semua iklan media cetak
• Pencantuman logo di Backdrop panggung
• Pencantuman logo di co card
• Spoot Iklan Radio dan Media Cetak
• Penyebutan oleh MC sebagai sponsor title
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan brosur ke penonton
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan produk ke penonton
• Sponsor diizinkan untuk menyebarkan sticker ke penonton
• Diperbolehkan memasang tenda sanafil 5 x 5 meter sebanyak 1 tenda pada waktu acara
• Diperbolehkan memasang vertical Banner di lokasi pelaksanaan (produksi, pajak dan pemasangan ditanggung oleh sponsor)
b. Sponsor Utama
Hak partisipan untuk menjadi sponsor utama hanya diberikan kepada 2 perusahaan yang bersedia menyediakan dana masing-masing sebesar: Rp 10.000.000 (Sepuluh juta Rupiah). Kepada sponsor utama tidak membatasi hak sponsor biasa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hak sponsor utama adalah:
• dibatasi hanya untuk dua perusahaan
• pencantuman logo di spanduk
• Spoot Iklan Radio dan Media Cetak
• pencantuman logo dibaliho
• pencantuman logo di poster acara
• pencantuman logo di brosur acara
• pencantuman logo di semua iklan media cetak
• pencantuman logo di backdrop panggung
• penyebutan oleh MC sebagai sponsor
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan brosur ke penonton
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan produk ke penonton
• sponsor diizinkan untuk menyebarkan sticker ke penonton
• Diperbolehkan memasang tenda sanafil 5 x 5 meter sebanyak 1 tenda pada waktu acara
• Diperbolehkan memasang vertical Banner di lokasi pelaksanaan (produksi, pajak dan pemasangan ditanggung oleh sponsor)
c. Sponsor Pendukung
Sponsor pendukung merupakan partisipan yang hanya bersedia untuk berpubliaksi dalam hal-hal yang spesifik saja sesuai dengan besarnya dana partisipasi yang diberikan. Sponsor biasa ini termasuk perusahaan yang bersedia menyediakan fasilitas dalam kegiatan ini. Perinciannya sebagai berikut:
• Sponsorship berupa spanduk
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep
Jumlah : 10 buah
Ukuran Spanduk : 8 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 7 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 100.000 per buah
Ketentuan : Dalam spanduk terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa spanduk perusahaan
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep
Jumlah : 10 buah
Ukuran Spanduk : 8 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 1 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 100.000 per buah
Ketentuan : Dalam spanduk terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa banner stage
Jumlah : 9 buah
Ukuran : A. 6 x 0,8 m B. 3 x 0,8 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : Selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 200.000 per buah
Ketentuan : Vertical Banner terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Posisi : Atas dan kanan kiri panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa Neon box
Jumlah : 8 buah
Ukuran : 27 x 43 m
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : Selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp 200.000 per buah
Posisi : Atas dan kanan kiri panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa umbul-umbul perusahaan
Jumlah : Diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan
Ukuran : Diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 1 hari sebelum dan selama kegiatan
Nilai Promosi : Rp. 50.000 per buah
Ketentuan : Pada umbul-umbul terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa ( Produksi, pajak dan pemasangan ditanggung sponsor)
Posisi : 0,5 Km Sepanjang jalan menuju panggung
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh perusahaan
• Sponsorship berupa poster
Sasaran : Lokasi strategis di Pangkep dan sekitarnya hingga Makasar, dan disebarkan juga kemedia diseluruh Indonesia
Bahan : Kertas A3 full color
Jumlah : 2.000 pcs
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : Maksimal 20 perusahaan
Durasi : 5 hari sebelum acara,
Nilai Promosi : 250.000 tiap ukuran 5x5 cm persegi
Ketentuan : Dalam poster terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa Pamflet kegiatan
Sasaran : Café, restoran, warnet, art gallery, airport, pusat informasi turis, pusat kemasyarakatan, universitas, toko buku, agen periklanan, radio station, tabloid pariwisata dll.
Jumlah : 3000 ex
Ukuran : 5 x 7 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 10 sponsor
Nilai Promosi : Rp. 250.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam leaflet terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa kaos
Jumlah : 50 buah
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 7 Sponsor
Nilai Promosi : Rp 50.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Pada kaos terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa baliho kegiatan
Jumlah : 1 buah
Posisi : Tempat strategis di kota Pangkep
Ukuran : 4 Tripleks
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Durasi : 5 hari sebelum
Jumlah Sponsor : 6 Sponsor
Nilai Promosi : Rp 1.000.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam baliho terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa ( Produksi, pajak dan pemasangan ditanggung sponsor)
• Sponsorship berupa stiker acara
Jumlah : 1000 lembar
Ukuran Spanduk : 10 x 5 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 4 sponsor
Nilai Promosi : Rp 300.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam stiker terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa Co Card
Jumlah : 100 buah
Ukuran : 6 x 5 cm
Partisipasi : Pemasangan logo perusahaan
Jumlah Sponsor : 7 sponsor
Nilai Promosi : Rp 100.000 tiap ruang sponsorship
Ketentuan : Dalam Co Card terpasang nama penyelenggara dan logo Launching Album Angewa
Desain : Sepenuhnya disediakan oleh panitia
• Sponsorship berupa voucher atau yang lain sebagai registered prize
Jenis : Pembagian hadiah bagi penonton
Ketentuan : Produk atau jasa
Contoh : Voucher atau souvenir, ticket, kaos, kaset dll
Durasi : Pada pelaksanaan acara
Nilai Promosi : Rp. 400.000
KETENTUAN UMUM
1. Nama sponsor pendukung acara Launching Album Angewa akan dicantumkan dalam ucapan terimakasih dalam modul.
2. Sarana promosi yang ditawarkan tidak bersifat mengikat, pihak sponsor dapat mengajukan Quatation yang dikehendaki.
3. Keputusan keikutsertaan dalam sponsorship paling lambat tanggal 23 Desember 2008.
4. Materi Promosi ( art work/copy write) harus sudah diserahkan kepada panitia paling lambat tanggal 25 Desember 2008
5. Sayarat pembayaran dapat dilakukan dengan dua cara tahap, yaitu:
a. Tahap pertama sebesar 60 % dari biaya keseluruhan dalam kontrak yang disepakati oleh sponsor dan panitia.
b. Tahap kedua sebesar 40 % dari biaya keseluruhan, paling lambat tanggal 7 Januari 2009.
6. Syarat pembatalan dapat dilakukan dengan duatahap, yaitu:
a. Pembatalan yang dilakukan oleh pihak sponsor berdasarkan perjanjian kontrakdikenakan biaya 40 % dari total anggaran dalam kontrak.
b. Pembatalan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara , akan dikembalikan 100 %.
FORMULIR KERJASAMA SPONSOR
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama :……………………………
Jabatan :……………………………
Bertindak atas nama : ……………………………
Perusahaan/instansi :……………………………
Alamat : …………………………...
Telepon/fax :……………………………
Menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam acara Launching Album Angewa tanggal 10 January 2009 dengan memilih bentuk partisipasi sebagai berikut:
1. SponsorTitle/Tunggal
2. Sponsor Utama
3. Sponsor Pendamping
4. Donatur
Sedangkan media promosi yang dipilih:
1. Spanduk
2. Poster/Pamflet
3. Booklet/leaflet
4. Umbul-umbul
5. Neon Box
6. Banner Stage
7. Sticker
8. Kaos
9. Co Card
10. Baliho
Materi promosi (art work/ Copy write) bersedia kami serahkan kepada penyelenggara, tanggal …………..2009. untuk itu kami bersedia memberikan sebesar RP. ……………..terbilang…………….
Pangkep, ……………2009
Pihak penerima : Nama,
Tandatangan, Cap Perusahaan/Instansi
……………… ……………………..
PERJANJIAN KERJASAMA
Saya yang bertanda tangan di bawwah ini :
Nama :……………………………………
Jabatan :……………………………………
Dalam hal ini bertindak atas nama panitia Launching Album Angewa dan selanjutnya disebut sebagai pihak pertama.
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :……………………………………
Jabatan :……………………………………
Dalam hal ini bertindak atas nama …………………………….. dan selanjutnya di sebut sebagai pihak kedua.
Dengan ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua terlibat kerjasama dalam event Launching Album Angewa, jogja damai dan berbudaya.
Selanjutnya ketentuan-ketentuan kerjasama ini tertuang didalam pasal-pasal sebagai berikut :
1. Pihak kedua berkewajiban menyediakan dana sebesar RP……………..kepada pihak pertama untuk kepentingan event Launching Album Angewa.
2. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo …………… di spanduk acara.
3. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo ……………. di Pamflet acara yang berjumlah 3000 eksamplar.
4. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pencantuman logo ………….. di Poster acara yang berjumlah 2000 eksamplar.
5. Pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi berupa pemasangan Spanduk Produk logo …………… sejumlah 4 buah di 4 titik panggung.
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan disepakati tanpa adanya unsure paksaan dari pihak mana pun.
Dibuat di : Pangkep
Tanggal : …………..2009
Pihak Pertama, Pihak Kedua,
……………… ……………
Estimasi dana ini hanya untuk intern panitia, bukan untuk pihak sponsor, guna menghindari ketidakpercayaan pihak sponsor dari total budget yang dipaparkan.
1. Kesekertariatan ; proposal, surat menyurat dsb RP. 1.000.000
2. Sewa Sound System 1000 watt lengkap Lighting RP. 2.000.000
3. Produksi Poster, pamplet, plus Cover, Cocard RP. 2.500.000
4. Cd Promo 2000 keping + Box RP. 3.000.000
5. Spanduk 10 Bj @ 150.000 Rp. 1.500.000
6. sewa lokasi dan perizinan RP. 1.000.000
7. Produksi Kaos 50bj @ 50.000 RP. 2.500.000
8. Sticker 1000bj Rp. 1.000.000
9. Snack Panitia Acara @500.000, tamu Undangan 1.000.000 Rp. 1.500.000
10. Sewa Kursi dan tenda
Dan lain-lain….. mohon ditambahkan yang kurang, trus ntar dikalkulasi ulang….
11. …………………………………………………………………... RP. …………
12. …………………………………………………………………... RP. …………
13. …………………………………………………………………... RP. …………
14. …………………………………………………………………... RP. …………
15. …………………………………………………………………... RP. …………
16. …………………………………………………………………... RP. …………
17. …………………………………………………………………... RP. …………
18. …………………………………………………………………... RP. …………
19. …………………………………………………………………... RP. …………
20. …………………………………………………………………... RP. …………
21. …………………………………………………………………... RP. …………
Punya teman yang dipercaya bisa bertanggungjawab pada posisi, dan bisa bekerjasama secara tim (Bukan Panitia Asal-asal), silahkan dimasukkan beserta posisi yang menjadi keahliaannya ….
1. ………………………… Posisi …………………………………………
2. ………………………… Posisi …………………………………………
3. ………………………… Posisi …………………………………………
4. ………………………… Posisi …………………………………………
5. ………………………… Posisi …………………………………………
6. ………………………… Posisi …………………………………………
7. ………………………… Posisi …………………………………………
8. ………………………… Posisi …………………………………………
Rundown Acara
1. 18.00 – 18.45 : Pembukaan oleh MC tentang acara dan (Penyebutan Sponsor), dilanjutkan dengan band pengisi sampai waktu deadline
2. 18.45 – 19.00 :,
3. 19.00 – 20.00 : Sambutan Ketua Panitia, Owner, Undangan (tertuju), dilanjutkan Doa Bersama
4. 20.00 – 20.30 :
5. 20.30 – 20.35 : Pemutaran Slide Show Pejalanan Angewa
6. 20.35 - Selesai : Pemutaran videoKlip Angewa (personil siap Dipanggung, langsung maen dipertengahan videoklip, shoot back dari Proyektor Screen ke panggung)
7. MC Menutup acara… disertai ucapan terima kasih kepada Pihak Sponsor
Rundown Panitia PRE ceremonial
1. Pan TAM, Panitia yg bertanggung jawab pada para undangan, standby pada posisi, menyediakan tempat khusus, menyediakan snack, …
2. Pan MED, panitia yg bertanggung jawab pada media, baik cetak maupun radio dari wilayah lain, menyiapkan tempat dan kebutuhan media slama acara.
3. Pan BP, Panitia yang mendampingi band Pembuka, menyediakan keperluan dan lain sebagainya.
4. Pan Mayor, panitia yang siap mendampingi angewa dengan segala kebutuhannya
5. Pan DoorPrize, Panitia yang bertanggungjawab pada Doorprize, pembagian Album, penyediaan wadah, pembagian sticker dll …
6. pan venue, panitia yang bertanggungjawab pada areal acara, baik dari segi posisi penempatan tamu, undangan, Media, Band, dan penonton…
7. Silahkan Ditambahkan ……………………………………….
8. ………………………………………………………………………………
9. ………………………………………………………………………………
Semua panitia berkoordinasi dan bekerjasama, menutupi bagian lain yang tdk tertutupi
Minggu, 06 Maret 2011
PENERIMAAN GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2004 PADA PROGRAM KEAHLIAN OTOMOTIF SMK NEGERI DI KOTA MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari pergaulan dengan sesamanya. Dalam proses itulah muncul pengaruh yang akan didapat oleh manusia dari manusia lainnya yang membawa perubahan sikap atas manusia yang dipengaruhinya. Perubahan itulah yang menjadi arah dan tujuan dari kegiatan pendidikan.
Perubahan dan perkembangan aspek kehidupan perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan bermutu tinggi. Mutu pendidikan yang demikian itu sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas yang berkehidupan yang damai, terbuka, dan demokrasi, serta mampu bersaing secara terbuka di era global sehingga dapat meningkatakan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, kinerja pendidikan menuntut adanya pembenahan dan penyempurnaan terhadap aspek substantif yang mendukungnya, yakni kurikulum.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan, baik secara konvensional maupun inovatif. Namun hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Berkaitan dengan perubahan kurikulum, berbagai pihak menganalisis serta perlunya diterapkan suatu kurikulum yang dapat membekai peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah memprogramkan Kurikulum SMK edisi 2004 sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan sistem pendidikan, untuk mengembangkan ranah pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, akhlak, ketaqwaan, dan kewarganegaraan.
Kurikulum SMK edisi 2004 dirancang menggunakan berbagai pendekatan, yaitu sebagai berikut: (1) Pendidikan Berbasis luas (Broad Based Education), (2) Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education), (3) Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competensi Based Curriculum), dan (4) manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sebagai suatu kesatuan kebijakan pendidikan, Diknas (2004:7).
Kebijakan Pemerintah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) didasarkan pada PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan pusat dan daerah. Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, dinyatakan bahwa kewenangan pusat adalah dalam hal penetapan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya, dan penetapan materi pelajaran pokok.
Kurikulum 2004 yang lahir sebagai jawaban atas berbagai kritikan masyarakat terhadap kurikulum 1994, merupakan suatu alternatif pemerintah dalam menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan arah kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan agar dapat mengakomodasikan keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerja sama yang erat antar sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik..
Demikian lahirnya kurikulum 2004 merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait, dan sebagai bagian komponen dalam institusi pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru sampai pada jajaran staf dan siswa mau tidak mau harus mengikuti dan terlibat dalam proses tersebut. Ibarat bola yang telah digulirkan maka kurikulum 2004 ini siap untuk dimainkan (diterapkan). Pelaksanaan kurikulum 2004 ini di SMK tidaklah selalu mulus sebagaimana yang kita harapkan, banyak faktor yang berperan dalam tercipta dan lancarnya proses pembelajaran tersebut, diantaranya: sikap penerimaan dan pelayanan guru, metode mengajar guru, sarana pendidikan yang tersedia, sikap dan cara guru memberi materi dan penilaian, serta kemampuan siswa itu sendiri sebagai objek didik. Harus disadari pula bahwa sebagai suatu konsep dan metode baru, kurikulum 2004 masih perlu banyak sosialisasi dan pemahaman yang benar serta komprehensif tentang kurikulum berbasis kompetensi.
Kurikulum berbasis pelatihan 2004 di SMK Negeri di Makassar telah diterapkan sejak semester awal, tepatnya pertengahan tahun 2004 pada semua kelas satu sebagai tahap percobaan. Dan kini proses penerapan Kurikulum 2004 telah genap setahun, banyak hal telah tersajikan dan tergambarkan, tentu membutuhkan anggapan dan pandangan sebagai penilaian awal dan mendasar akan diterapkannya Kurikulum 2004 tersebut. Sebagai suatu konsep dan metode baru masih banyak guru yang kurang memahami akan pentingnya Kurikulum 2004 ini. Seperti yang dimuat dalam (berita_pendidikan@lycos.com) bahwa sebagian guru ada yang bersikap skeptis akan suksesnya penerapan kurikulum berbasis pelatihan 2004 ini. Akibatnya, pelaksanaan Kurikulum 2004 menjadi kurang lancar, bahkan ada guru yang bersikap wait and see. Mereka menunggu kurikulum akan diberlakukan ataukah tidak sehingga penerapan Kurikulum 2004 di sekolah berjalan setengah-tengah. Namun, banyak juga guru yang menyambut baik penerapan kurikulum 2004. mereka umumnya antusias meski menemui kendala, terutama tekanan guru skeptis.
Penerapan kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas, kecakapan, kesungguhan, dan ketekunan guru. Oleh karena itu guru dituntut untuk mampu memilih dan menciptakan situasi belajar yang menggairahkan siswa, memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa, guru dituntut untuk memilih, menyusun dan melaksanakan evaluasi, baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efesiensi pelaksanaan itu sendiri.
Tanggapan guru terhadapa kurikulum 2004 akan berpengaruh terhadap penerapan kurikulum tersebut. Oleh kerena itu, dalam proses penerapan KBK yang dilaksanakan oleh para guru di sekolah, tidak menutup kemungkinan adanya berbagai macam anggapan yang timbul sehingga tujuan yang tercantum dalam KBK tidak tercapai secara maksimal.
Berdasarkan alasan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis bermaksud meneliti tentang bagaimana “PENERIMAAN GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2004 PADA PROGRAM KEAHLIAN OTOMOTIF SMK NEGERI DI KOTA MAKASSAR”.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana penerimaan guru SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 ?
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui sejauh mana penerimaan guru terhadap penerapan Kurikulum 2004 program keahlian otomotif pada SMK Negeri Makassar.
E. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Sebagai bahan masukan bagi sekolah yang bersangkutan dan SMK secara umum tentang akseptasi guru terhadap penerapan KBK 2004.
2. Menjadi bahan kajian dan informasi bagi peneliti lanjutan dalam yang ingin meneliti lebih mendalam tentang penerapan kurikulum tersebut.
3. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepada Depdiknas dalam mengambil kebijakan akan penerapan KBK 2004 khususnya pada SMK
4. Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baru sehingga memperluas khasanah berpikir peneliti.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN PENERIMAAN
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa penerimaan yaitu: “penyambutan, sambutan, perlakuan; sikap kepada, anggapan; pendapat”.
Jadi penerimaan guru dalam hal ini yang berhubungan dengan penerapan kurikulum 2004 adalah sambutan, perlakuan atau sikap guru terhadap penerapan kurikulum 2004 ini. Dalam hal ini mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan untuk memperhatikan hal tersebut dan menerima adanya perbedaan-perbedaan.
B. LANDASAN PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
1. Landasan Filosofis
Secara filosofis penyusunan kurikulum 2004 pada SMK berdasarkan pada dua aliran pokok : ( Dinas P&K kota Makassar, 2004)
a) Aliran eksistensialisme
Bahwa pendidikan sebagai salah satu wujud kebudayaan manusia,selalu tumbuh dan berkembang (adakalanya mengalami penurunan kualitas) dan pendidikan sesungguhnya adalah yang dapat menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman.
b) Aliran idealisme
Bahwa kurikulum SMK di susun agar dapat mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif, hal-hal yang mendasar: tata nilai yang kuat memberikan sesuatu yang bermakna, dan memberikan arah yang terencana dan hal ini pula pendidikan akan menjadi bermakna bila: mendidik manusia dapat hidup sesuai zamannya, membekali berbagai kompetensi dan kemampuan untuk hari esok dan masa depan yang selalu berubah.
2. Landasan Teoritis
Menurut Mulyasa (2002) bahwa kurikulum berbasis kompetensi di dasari oleh tiga landasan teoritis:
c) Adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individual.
d) Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning) atau belajar sebagai penguasaan (learning for mastery)
e) Pendefenisian kembali terhadap bakat, yakni adanya waktu yang cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
3. Landasan ekonomi
Landasan ekonomi akan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 di SMK diarahkan pada efisiensi dan efektifitas (produktif) dengan jalan menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif, disiplin dan taat azas, pembukaan program diklat di SMK yang respensif terhadap perubahan pasar kerja, serta pendidikan menengah kejuruan yang harus dijalankan atas dasar prinsip investasi sumber daya manusia (Human Capital Investmen).
4. Landasan yuridis (hukum)
Penyusunan dan penerapan KBK 2004 dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a) UUD 1945 dan perubahannya
b) Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN
c) Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS)
d) Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah
e) Peraturan pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan provinsi sebagai daerah otonom
f) Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
C. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi
1 Pengertian kompetensi dan kurikulum berbasis kompetensi
Kompetensi merupakan perpaduan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang di refleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. (Mulyasa, 2004). Funch & Crunkilton, 1979 (dalam Mulyasa, 2004) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang di perlukan untuk menunjang keberhasilan. Demikian oleh Depdiknas, 2003 di simpulkan bahwa kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai dasar yang tercermin dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi berkompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Adapun kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah konsep kurikulum yang dikembangkan Departemen Pendidikan Nasional RI untuk menggantikan kurikulum 1994. Definisi sederhana kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah, (Nurhadi, 2004).
Syaiful (2003:242) memberikan pengertian bahwa “kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang ditujukan untuk menciptakan tamatan yang kompeten cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsanya”.
Sejalan dengan itu Mulyasa (2003:39) mengemukakan bahwa:
“Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi), tugas-tugas standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu”.
Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian untuk bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi ditujukan untuk menciptakan tamatan yang berkompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya bangsanya.
Dilihat dari teknis pelaksanaannya, kurikulum berbasis kompetensi memudahkan guru dalam menyajikan pengalaman belajar. Hal ini karena kurikulum berbasis kompetensi sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Unesco (dalam Mulyasa, 2004).
2. Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi
Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
a. Menekankan pada pencapaian kompetensi siswa, bukan tuntasnya materi. (tidak akan ada lagi keluhan guru di akhir semester “ Wah, materiku belum habis !.” atau “Wah, saya belum menyelesaikan materi ! ”). (Nurhadi, 2004 :19)
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
Orientasi KBK pada hasil belajar dan keberagaman menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan secara beragam, sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa, sepanjang prosedur dan hasilnya mampu dipertanggungjawabkan.
c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Proses pembelajaran tidak akan mencapai hasil yang optimal jika tidak diimbangi oleh keragaman pendekatan dan metode, baik pendekatan individual, kelompok, maupun klasikal. Sementara itu, penggunaan metode bertanya, mempertanyakan, diskusi, serta menjelaskan perlu dikembangkan sehingga siswa memahami betul materi yang dibahasnya.
d. Sumber belajar bukan hanya pada guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Konsep KBK menuntut pemanfaatan sumber belajar lain secara optimal, di samping tentu saja guru. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan diantaranya lingkungan sekitar, perpustakaan, nara sumber, serta media elektronik dan komputer.
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
Penilaian proses dalam KBK ditujukan untuk melihat prosedur dan keterlibatan siswa dalam suatu kegiatan. Sementara itu penilaian hasil difokuskan pada tingkatan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan rumusan yang ditetapkan. (Depdiknas, 2002).
3. Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut ini.
a. Keimanan, Nilai, dan Budi Pekerti Luhur
Keyakinan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat berpengaruh pada sikap dan arti kehidupannya. Keimanan, nilai-nilai, dan budi pekerti luhur perlu digali, dipahami, dan diamalkan oleh siswa.
b. Penguatan Integritas Nasional
Penguatan integritas nasional dicapai melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia dalam tatanan peradaban dunia yang multikultural dan multibahasa.
c. Keseimbangan Etika, Logika, Estetika, dan Kinestetika
Keseimbangan pengalaman belajar siswa yang meliputi etika, logika, estetika, dan kinestetika sangat dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum dan hasil belajar.
d. Kesamaan Memperoleh Kesempatan
Penyediaan tempat yang memberdayakan semua siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap sangat diutamakan. Seluruh siswa dari berbagai kelompok seperti kelompok yang kurang beruntung secara ekonomi dan sosial yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya.
e. Abad Pengetahuan dan Teknologi Informasi
Kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses, memilih, dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian merupakan kompetensi penting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
f. Pengembangan Keterampilan Hidup
Kurikulum perlu memasukkan unsur keterampilan hidup agar siswa memiliki keterampilan, sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif dalam mengahadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.
g. Belajar Sepanjang Hayat
Pendidikan berlanjut sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan, menambah kesadaran, dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang.
h. Berpusat pada Anak dengan Penilaian yang Berkelanjutan dan Komperehensif
Upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri sangat perlu diutamakan agar siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komperehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut.
i. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan
Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK dan RA sampai dengan kelas XII. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan siswa yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.
4. Program KBK sekolah menengah kejuruan (SMK)
Substansi pendidikan yang sejalan dengan program KBK di SMK adalah di sajikan dalam berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik. Kompetensi itu sendiri meliputi berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia yang cerdas dan kompetensi pekerja (ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi). Selanjutnya dari substansi pendidikan itulah dalam prosesnya di kemas dalam bentuk pembelajaran yang diorganisasikan atau dikelompokkan menjadi mata diklat normatif, adaptif dan produktif. Adapun uraian singkat dari pengelompokan mata diklat tersebut, sebagai berikut:
a. Mata diklat normatif adalah yang menitikberatkan pada norma, sikap, dan perilaku yang berlaku sama untuk semua program keahlian (jurusan), misalnya: PPKn, dan Agama.
b. Mata diklat adaptif adalah yang menitikberatkan pada bekal pengetahuan yang luas dan kuat untuk beradaptasi dengan perubahan di harapkan peserta didik memahami dan menguasai “Apa”, “Bagaimana”’ dan “Mengapa” suatu pekerjaan di lakukan adapun jenis mata diklat ada yang sama bagi semua program keahlian dan ada yang spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing program keahlian misalnya: Bhs. Inggris, Matematika, Kewirausahaan, dan komputer.
c. Mata diklat produktif adalah yang lebih bersifat esensial dan spesifik dalam pengaturannya yaitu menekankan pada keahlian yang disesuaikan kebutuhan tiap program keahlian berfungsi memberi bekal peserta didik kompetensi kerja, misalnya; program keahlian Otomotif, mesin, listrik, dan bangunan.
SMK dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) pada pelaksanaannya menerapkan pendidikan sistem ganda, dimana pembelajaran dirancang dan dilaksanakan bersama di sekolah dan di industri kerja atau dunia usaha. Pelaksanaan pembelajaran di dunia kerja berdasarkan pada kesiapan dan ketersediaan kegiatan yang sesuai dengan kompetensi dalam kurikulum.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KBK 2004
1. Metode dan sikap mengajar guru
Penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan sangat menentukan hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran. Metode mengajar yang dipakai oleh seorang guru dalam menyampaikan informasi tentu akan berbeda dengan metode mengajar apabila yang akan ditekankan pada siswa adalah menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Sikap dan karakteristik guru yang sukses mengajar secara efektif dapat di identifikasikan sebagai berikut:
1. Respek dan memahami dirinya, serta dapat mengontrol dirinya (emosinya stabil).
2. Antusias dan bergairah terhadap bahan, kelasnya, dan seluruh pengajarannya.
2. Berbicara dengan jelas dan komunikatif (dapat mengkomunikasikan idenya terhadap siswa).
3. Memperhatikan perbedaan idividual siswanya.
4. Memiliki banyak pengetahuan, inisiatif, kreatif dan banyak akal.
5. Menghindari kata-kata ejekan terhadapa siswanya.
6. Tidak menonjolkan diri.
7. Menjadi teladan bagi siswanya.
2. Penggunaan Media dalam Menyampaikan Pelajaran
penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat membantu dalam pembelajaran yang efektif. Adapun media yang sering di gunakan dalam proses pembelajaran di sekolah antara lain:
1. Alat-alat laboratorium yang berorientasi pada pembentukan basic skill (keterampilan) psikomotorik siswa.
2. Gambar atau peta konsep terhadap bahan pelajaran atau materi yang akan di sajikan.
3. Modul pembelajaran atau silabus materi.
4. OHP dan alat-alat audio visual lainnya yang memungkinkan.
3. Interaksi dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara siswa sebagai objek didik dengan guru sebagai subyek didik, dapat pula berupa interaksi antara siswa itu sendiri. Salah satu tugas guru yang utama dalam proses pembelajaran adalah menciptakan iklim belajar yang kondusif. Guru bertanggung jawab atas pengorganiasasian kegiatan, waktu, fasilitas dan segala sumber yang di manfaatkan dalam kelas.
G. KERANGKA BERPIKIR
Untuk memahami secara benar bagaimana penerimaan guru terhadap penerapan kurikulum 2004 pada SMK Negeri di Kota Makassar. Maka secara sederhana dapat kami gambarkan dalam bagan kerangka berpikir seperti di bawah ini:
Gambar 01. Bagan Penerimaan Guru Otomotif SMK Negeri di Kota Makassar terhadap Penerapan Kurikulum 2004
Lahirnya suatu penerimaan berangkat dari adanya pemahaman, nilai, sikap dan minat guru terhadap suatu obyek. penerimaan guru dalam hal ini dimaksudkan sikap, tanggapan, sambutan dan pelayanannya terhadap penerapan Kurikulum 2004. secara garis besar penerapan terjadi dari adanya proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.
Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) juga tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti metode dan sikap mengajar guru, penggunaan media dalam menyampaikan pelajaran, serta interaksi dalam proses pembelajaran.
Kesiapan dan keterpaduan antara komponen dalam institusi pendidikan akan sangat mempengaruhi pada nilai dan hasil yang dicapai. Akan halnya penerapan kurikulum 2004 pada SMK Negeri di Kota Makassar pada prosesnya tidak lepas dari dua hal pokok di atas. Di samping itu perlu di ketahui bahwa kurikulum berbasis kompetensi dalam pengelolaannya memiliki beberapa komponen sebagai suatu sistem, yaitu: Kerangka kurikulum dan hasil belajar; Kerangka penilaian berbasis kelas; kerangka kegiatan belajar mengajar; dan Kerangka pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran tentang penerimaan guru program keahlian otomotif SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum 2004.
B. Variabel dan Desain Penelitian
1. Variabel
penelitian ini mempersoalkan variable tunggal yaitu akseptasi guru terhadap penerapan kurikulum 2004 pada program keahlian otomotif .
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif yaitu suatu metode dalam penelitian mengenai keadaan. Skala pengukuran variable adalah skala Likert.
C. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut yang menjadi populasi penelituian ini adalah semua guru mata diklat pada program keahlian otomotif.
Sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang diteliti dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi.
D. Definisi Operasional Variabel
Penerimaan guru SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 adalah sambutan, perlakuan atau sikap guru terhadap penerapan kurikulum 2004 ini.
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Angket
data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpul dengan menggunakan angket tertutup berupa pertanyaan atau pernyataan seputar masalah KBK. Responden diberikan empat jenis pilihan jawaban atas tiap-tiap pertanyaan atau pernyataan. Teknik skala Likert memberi alternatif jawaban dengan empat kategori yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju,dan sangat tidak setuju. Jawaban yang diberikan responden iberi bobot 4,3,2,1 untuk pertanyan atau pernyataan positif dan 1,2,3,4 untuk pertanyaan atau pernyataan negatif.
2. Wawancara
sasaran wawancara atau interview adalah kepala sekolah selaku pengambil kebijakan terhadap penerapan KBK, wakil kepala sekolah bidang kurikulum bidang, dan ketuaprogram keahlian. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam tentang pelaksanaan dan penerapan KBK di SMK Negeri Makassar.
F. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh diolah dengan metode statistik deskriptif. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membuat daftar skor mentah beserta sampel.
2. Membuat distribusi frekuensi dari skor mentah.
3. Ukuran tendensi sentral yang dipakai adalah mean dengan rumus:
(Sudjana 1999:67)
Keterangan:
X = rata-rata hitung
Fi= frekuensi
Xi= titik tengah
4. Ukuran penyebaran yang dipakai adalah deviasi standar dengan rumus sebagai berikut:
S2 =
(Sudjana 1999: 97)
Keterangan:
S = deviasi standar
n = jumlah sampel
Fi = frekuensi
Xi = titik tengah
Untuk mengetahui tingkat kecenderungan akseptasi guru dalam menerapkan kurikulum 2004, maka digunakan kriteria kecenderungan dengan rumus:
Nit = Nilai tertinggi instrumen
Nir = Nilai terendah instrumen
Mi = Nilai rata-rata ideal setiap ubahan
Kecenderungan adalah:
Sangat tinggi > Mi + 1,5 SDi = Mi + SDi
Tinggi antara Mi s/d Mi + 1,5 SDi = Mi s/d Mi + SDi
Sedang antara Mi – 1,5 SDi s/d Mi = Mi – SDi s/d Mi
Rendah < Mi – 1,5 SDi = Mi – Sdi
DAFTAR PUSTAKA
Dimiati & Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Dinas P & K. 1999. Kurikulum SMK GBPP Produktif. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah.
Dinas P & K Kota Makassar, 2004. Landasan, Program, dan Pengembangan Kurikulum SMK 2004. Bahan Sosialisasi Kurikulum SMK 2004 tingkat kota Makassar (15-16 Desember 2004).
Hamalik, Oemar. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep, Karakteristik dan Implementasi). Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Nasution S. 1982. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bandung: Jemmars.
Natawijaya, Rahmat. 1986. Peranan Guru dalam Bimbingan di Sekolah. Jakarta: Abardin.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004 Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.
Poerwadarminta, W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Rahman, Sabri. 2005. Persepsi Guru dan Siswa SMK Negeri 3 Makassar terhadap Proses Pembelajaran KBK 2004. Proposal Penelitian FT UNM.
Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.
Sugiyono. 1992. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
------------. 1994. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sudjana. 1996. Metode Statistik. Bandung: Tarsito
Syaiful Sagala. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
LEMBAR PENGESAHAN
Proposal dengan judul:
PENERIMAAN GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2004 PADA PROGRAM KEAHLIAN OTOMOTIF SMK NEGERI DI KOTA MAKASSAR.
Atas Nama Saudara:
Nama : Musi
Nim : 015214020
Jurusan : Pendidikan Teknik Otomotif
Fakultas : Teknik
Setelah diperiksa dan diteliti oleh Dosen Pembimbing, maka proposal ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diseminarkan.
Makassar, Agustus 2005
Disetujui Oleh
Pembimbing I, Pembimbing II,
Prof. Dr. Hamsu Abd. Gani, M.Pd Drs. Darmawang, M.Kes
Nip. 131459944 Nip. 131950854
Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Ototmotif,
Drs. Darmawang, M.Kes
Nip. 131950854
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari pergaulan dengan sesamanya. Dalam proses itulah muncul pengaruh yang akan didapat oleh manusia dari manusia lainnya yang membawa perubahan sikap atas manusia yang dipengaruhinya. Perubahan itulah yang menjadi arah dan tujuan dari kegiatan pendidikan.
Perubahan dan perkembangan aspek kehidupan perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan bermutu tinggi. Mutu pendidikan yang demikian itu sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas yang berkehidupan yang damai, terbuka, dan demokrasi, serta mampu bersaing secara terbuka di era global sehingga dapat meningkatakan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, kinerja pendidikan menuntut adanya pembenahan dan penyempurnaan terhadap aspek substantif yang mendukungnya, yakni kurikulum.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan, baik secara konvensional maupun inovatif. Namun hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Berkaitan dengan perubahan kurikulum, berbagai pihak menganalisis serta perlunya diterapkan suatu kurikulum yang dapat membekai peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah memprogramkan Kurikulum SMK edisi 2004 sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan sistem pendidikan, untuk mengembangkan ranah pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, akhlak, ketaqwaan, dan kewarganegaraan.
Kurikulum SMK edisi 2004 dirancang menggunakan berbagai pendekatan, yaitu sebagai berikut: (1) Pendidikan Berbasis luas (Broad Based Education), (2) Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education), (3) Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competensi Based Curriculum), dan (4) manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sebagai suatu kesatuan kebijakan pendidikan, Diknas (2004:7).
Kebijakan Pemerintah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) didasarkan pada PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan pusat dan daerah. Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, dinyatakan bahwa kewenangan pusat adalah dalam hal penetapan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya, dan penetapan materi pelajaran pokok.
Kurikulum 2004 yang lahir sebagai jawaban atas berbagai kritikan masyarakat terhadap kurikulum 1994, merupakan suatu alternatif pemerintah dalam menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan arah kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan agar dapat mengakomodasikan keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerja sama yang erat antar sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik..
Demikian lahirnya kurikulum 2004 merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait, dan sebagai bagian komponen dalam institusi pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru sampai pada jajaran staf dan siswa mau tidak mau harus mengikuti dan terlibat dalam proses tersebut. Ibarat bola yang telah digulirkan maka kurikulum 2004 ini siap untuk dimainkan (diterapkan). Pelaksanaan kurikulum 2004 ini di SMK tidaklah selalu mulus sebagaimana yang kita harapkan, banyak faktor yang berperan dalam tercipta dan lancarnya proses pembelajaran tersebut, diantaranya: sikap penerimaan dan pelayanan guru, metode mengajar guru, sarana pendidikan yang tersedia, sikap dan cara guru memberi materi dan penilaian, serta kemampuan siswa itu sendiri sebagai objek didik. Harus disadari pula bahwa sebagai suatu konsep dan metode baru, kurikulum 2004 masih perlu banyak sosialisasi dan pemahaman yang benar serta komprehensif tentang kurikulum berbasis kompetensi.
Kurikulum berbasis pelatihan 2004 di SMK Negeri di Makassar telah diterapkan sejak semester awal, tepatnya pertengahan tahun 2004 pada semua kelas satu sebagai tahap percobaan. Dan kini proses penerapan Kurikulum 2004 telah genap setahun, banyak hal telah tersajikan dan tergambarkan, tentu membutuhkan anggapan dan pandangan sebagai penilaian awal dan mendasar akan diterapkannya Kurikulum 2004 tersebut. Sebagai suatu konsep dan metode baru masih banyak guru yang kurang memahami akan pentingnya Kurikulum 2004 ini. Seperti yang dimuat dalam (berita_pendidikan@lycos.com) bahwa sebagian guru ada yang bersikap skeptis akan suksesnya penerapan kurikulum berbasis pelatihan 2004 ini. Akibatnya, pelaksanaan Kurikulum 2004 menjadi kurang lancar, bahkan ada guru yang bersikap wait and see. Mereka menunggu kurikulum akan diberlakukan ataukah tidak sehingga penerapan Kurikulum 2004 di sekolah berjalan setengah-tengah. Namun, banyak juga guru yang menyambut baik penerapan kurikulum 2004. mereka umumnya antusias meski menemui kendala, terutama tekanan guru skeptis.
Penerapan kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas, kecakapan, kesungguhan, dan ketekunan guru. Oleh karena itu guru dituntut untuk mampu memilih dan menciptakan situasi belajar yang menggairahkan siswa, memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa, guru dituntut untuk memilih, menyusun dan melaksanakan evaluasi, baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efesiensi pelaksanaan itu sendiri.
Tanggapan guru terhadapa kurikulum 2004 akan berpengaruh terhadap penerapan kurikulum tersebut. Oleh kerena itu, dalam proses penerapan KBK yang dilaksanakan oleh para guru di sekolah, tidak menutup kemungkinan adanya berbagai macam anggapan yang timbul sehingga tujuan yang tercantum dalam KBK tidak tercapai secara maksimal.
Berdasarkan alasan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis bermaksud meneliti tentang bagaimana “PENERIMAAN GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2004 PADA PROGRAM KEAHLIAN OTOMOTIF SMK NEGERI DI KOTA MAKASSAR”.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana penerimaan guru SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 ?
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui sejauh mana penerimaan guru terhadap penerapan Kurikulum 2004 program keahlian otomotif pada SMK Negeri Makassar.
E. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Sebagai bahan masukan bagi sekolah yang bersangkutan dan SMK secara umum tentang akseptasi guru terhadap penerapan KBK 2004.
2. Menjadi bahan kajian dan informasi bagi peneliti lanjutan dalam yang ingin meneliti lebih mendalam tentang penerapan kurikulum tersebut.
3. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepada Depdiknas dalam mengambil kebijakan akan penerapan KBK 2004 khususnya pada SMK
4. Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baru sehingga memperluas khasanah berpikir peneliti.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN PENERIMAAN
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa penerimaan yaitu: “penyambutan, sambutan, perlakuan; sikap kepada, anggapan; pendapat”.
Jadi penerimaan guru dalam hal ini yang berhubungan dengan penerapan kurikulum 2004 adalah sambutan, perlakuan atau sikap guru terhadap penerapan kurikulum 2004 ini. Dalam hal ini mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan untuk memperhatikan hal tersebut dan menerima adanya perbedaan-perbedaan.
B. LANDASAN PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
1. Landasan Filosofis
Secara filosofis penyusunan kurikulum 2004 pada SMK berdasarkan pada dua aliran pokok : ( Dinas P&K kota Makassar, 2004)
a) Aliran eksistensialisme
Bahwa pendidikan sebagai salah satu wujud kebudayaan manusia,selalu tumbuh dan berkembang (adakalanya mengalami penurunan kualitas) dan pendidikan sesungguhnya adalah yang dapat menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman.
b) Aliran idealisme
Bahwa kurikulum SMK di susun agar dapat mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif, hal-hal yang mendasar: tata nilai yang kuat memberikan sesuatu yang bermakna, dan memberikan arah yang terencana dan hal ini pula pendidikan akan menjadi bermakna bila: mendidik manusia dapat hidup sesuai zamannya, membekali berbagai kompetensi dan kemampuan untuk hari esok dan masa depan yang selalu berubah.
2. Landasan Teoritis
Menurut Mulyasa (2002) bahwa kurikulum berbasis kompetensi di dasari oleh tiga landasan teoritis:
c) Adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individual.
d) Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning) atau belajar sebagai penguasaan (learning for mastery)
e) Pendefenisian kembali terhadap bakat, yakni adanya waktu yang cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
3. Landasan ekonomi
Landasan ekonomi akan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 di SMK diarahkan pada efisiensi dan efektifitas (produktif) dengan jalan menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif, disiplin dan taat azas, pembukaan program diklat di SMK yang respensif terhadap perubahan pasar kerja, serta pendidikan menengah kejuruan yang harus dijalankan atas dasar prinsip investasi sumber daya manusia (Human Capital Investmen).
4. Landasan yuridis (hukum)
Penyusunan dan penerapan KBK 2004 dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a) UUD 1945 dan perubahannya
b) Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN
c) Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS)
d) Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah
e) Peraturan pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan provinsi sebagai daerah otonom
f) Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
C. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi
1 Pengertian kompetensi dan kurikulum berbasis kompetensi
Kompetensi merupakan perpaduan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang di refleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. (Mulyasa, 2004). Funch & Crunkilton, 1979 (dalam Mulyasa, 2004) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang di perlukan untuk menunjang keberhasilan. Demikian oleh Depdiknas, 2003 di simpulkan bahwa kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai dasar yang tercermin dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi berkompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Adapun kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah konsep kurikulum yang dikembangkan Departemen Pendidikan Nasional RI untuk menggantikan kurikulum 1994. Definisi sederhana kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah, (Nurhadi, 2004).
Syaiful (2003:242) memberikan pengertian bahwa “kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang ditujukan untuk menciptakan tamatan yang kompeten cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsanya”.
Sejalan dengan itu Mulyasa (2003:39) mengemukakan bahwa:
“Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi), tugas-tugas standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu”.
Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian untuk bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi ditujukan untuk menciptakan tamatan yang berkompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya bangsanya.
Dilihat dari teknis pelaksanaannya, kurikulum berbasis kompetensi memudahkan guru dalam menyajikan pengalaman belajar. Hal ini karena kurikulum berbasis kompetensi sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Unesco (dalam Mulyasa, 2004).
2. Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi
Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
a. Menekankan pada pencapaian kompetensi siswa, bukan tuntasnya materi. (tidak akan ada lagi keluhan guru di akhir semester “ Wah, materiku belum habis !.” atau “Wah, saya belum menyelesaikan materi ! ”). (Nurhadi, 2004 :19)
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
Orientasi KBK pada hasil belajar dan keberagaman menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan secara beragam, sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa, sepanjang prosedur dan hasilnya mampu dipertanggungjawabkan.
c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
Proses pembelajaran tidak akan mencapai hasil yang optimal jika tidak diimbangi oleh keragaman pendekatan dan metode, baik pendekatan individual, kelompok, maupun klasikal. Sementara itu, penggunaan metode bertanya, mempertanyakan, diskusi, serta menjelaskan perlu dikembangkan sehingga siswa memahami betul materi yang dibahasnya.
d. Sumber belajar bukan hanya pada guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Konsep KBK menuntut pemanfaatan sumber belajar lain secara optimal, di samping tentu saja guru. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan diantaranya lingkungan sekitar, perpustakaan, nara sumber, serta media elektronik dan komputer.
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
Penilaian proses dalam KBK ditujukan untuk melihat prosedur dan keterlibatan siswa dalam suatu kegiatan. Sementara itu penilaian hasil difokuskan pada tingkatan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan rumusan yang ditetapkan. (Depdiknas, 2002).
3. Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut ini.
a. Keimanan, Nilai, dan Budi Pekerti Luhur
Keyakinan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat berpengaruh pada sikap dan arti kehidupannya. Keimanan, nilai-nilai, dan budi pekerti luhur perlu digali, dipahami, dan diamalkan oleh siswa.
b. Penguatan Integritas Nasional
Penguatan integritas nasional dicapai melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia dalam tatanan peradaban dunia yang multikultural dan multibahasa.
c. Keseimbangan Etika, Logika, Estetika, dan Kinestetika
Keseimbangan pengalaman belajar siswa yang meliputi etika, logika, estetika, dan kinestetika sangat dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum dan hasil belajar.
d. Kesamaan Memperoleh Kesempatan
Penyediaan tempat yang memberdayakan semua siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap sangat diutamakan. Seluruh siswa dari berbagai kelompok seperti kelompok yang kurang beruntung secara ekonomi dan sosial yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya.
e. Abad Pengetahuan dan Teknologi Informasi
Kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses, memilih, dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian merupakan kompetensi penting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
f. Pengembangan Keterampilan Hidup
Kurikulum perlu memasukkan unsur keterampilan hidup agar siswa memiliki keterampilan, sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif dalam mengahadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.
g. Belajar Sepanjang Hayat
Pendidikan berlanjut sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan, menambah kesadaran, dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang.
h. Berpusat pada Anak dengan Penilaian yang Berkelanjutan dan Komperehensif
Upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri sangat perlu diutamakan agar siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komperehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut.
i. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan
Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK dan RA sampai dengan kelas XII. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan siswa yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.
4. Program KBK sekolah menengah kejuruan (SMK)
Substansi pendidikan yang sejalan dengan program KBK di SMK adalah di sajikan dalam berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik. Kompetensi itu sendiri meliputi berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia yang cerdas dan kompetensi pekerja (ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi). Selanjutnya dari substansi pendidikan itulah dalam prosesnya di kemas dalam bentuk pembelajaran yang diorganisasikan atau dikelompokkan menjadi mata diklat normatif, adaptif dan produktif. Adapun uraian singkat dari pengelompokan mata diklat tersebut, sebagai berikut:
a. Mata diklat normatif adalah yang menitikberatkan pada norma, sikap, dan perilaku yang berlaku sama untuk semua program keahlian (jurusan), misalnya: PPKn, dan Agama.
b. Mata diklat adaptif adalah yang menitikberatkan pada bekal pengetahuan yang luas dan kuat untuk beradaptasi dengan perubahan di harapkan peserta didik memahami dan menguasai “Apa”, “Bagaimana”’ dan “Mengapa” suatu pekerjaan di lakukan adapun jenis mata diklat ada yang sama bagi semua program keahlian dan ada yang spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing program keahlian misalnya: Bhs. Inggris, Matematika, Kewirausahaan, dan komputer.
c. Mata diklat produktif adalah yang lebih bersifat esensial dan spesifik dalam pengaturannya yaitu menekankan pada keahlian yang disesuaikan kebutuhan tiap program keahlian berfungsi memberi bekal peserta didik kompetensi kerja, misalnya; program keahlian Otomotif, mesin, listrik, dan bangunan.
SMK dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) pada pelaksanaannya menerapkan pendidikan sistem ganda, dimana pembelajaran dirancang dan dilaksanakan bersama di sekolah dan di industri kerja atau dunia usaha. Pelaksanaan pembelajaran di dunia kerja berdasarkan pada kesiapan dan ketersediaan kegiatan yang sesuai dengan kompetensi dalam kurikulum.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KBK 2004
1. Metode dan sikap mengajar guru
Penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan sangat menentukan hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran. Metode mengajar yang dipakai oleh seorang guru dalam menyampaikan informasi tentu akan berbeda dengan metode mengajar apabila yang akan ditekankan pada siswa adalah menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Sikap dan karakteristik guru yang sukses mengajar secara efektif dapat di identifikasikan sebagai berikut:
1. Respek dan memahami dirinya, serta dapat mengontrol dirinya (emosinya stabil).
2. Antusias dan bergairah terhadap bahan, kelasnya, dan seluruh pengajarannya.
2. Berbicara dengan jelas dan komunikatif (dapat mengkomunikasikan idenya terhadap siswa).
3. Memperhatikan perbedaan idividual siswanya.
4. Memiliki banyak pengetahuan, inisiatif, kreatif dan banyak akal.
5. Menghindari kata-kata ejekan terhadapa siswanya.
6. Tidak menonjolkan diri.
7. Menjadi teladan bagi siswanya.
2. Penggunaan Media dalam Menyampaikan Pelajaran
penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat membantu dalam pembelajaran yang efektif. Adapun media yang sering di gunakan dalam proses pembelajaran di sekolah antara lain:
1. Alat-alat laboratorium yang berorientasi pada pembentukan basic skill (keterampilan) psikomotorik siswa.
2. Gambar atau peta konsep terhadap bahan pelajaran atau materi yang akan di sajikan.
3. Modul pembelajaran atau silabus materi.
4. OHP dan alat-alat audio visual lainnya yang memungkinkan.
3. Interaksi dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara siswa sebagai objek didik dengan guru sebagai subyek didik, dapat pula berupa interaksi antara siswa itu sendiri. Salah satu tugas guru yang utama dalam proses pembelajaran adalah menciptakan iklim belajar yang kondusif. Guru bertanggung jawab atas pengorganiasasian kegiatan, waktu, fasilitas dan segala sumber yang di manfaatkan dalam kelas.
G. KERANGKA BERPIKIR
Untuk memahami secara benar bagaimana penerimaan guru terhadap penerapan kurikulum 2004 pada SMK Negeri di Kota Makassar. Maka secara sederhana dapat kami gambarkan dalam bagan kerangka berpikir seperti di bawah ini:
Gambar 01. Bagan Penerimaan Guru Otomotif SMK Negeri di Kota Makassar terhadap Penerapan Kurikulum 2004
Lahirnya suatu penerimaan berangkat dari adanya pemahaman, nilai, sikap dan minat guru terhadap suatu obyek. penerimaan guru dalam hal ini dimaksudkan sikap, tanggapan, sambutan dan pelayanannya terhadap penerapan Kurikulum 2004. secara garis besar penerapan terjadi dari adanya proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.
Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) juga tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti metode dan sikap mengajar guru, penggunaan media dalam menyampaikan pelajaran, serta interaksi dalam proses pembelajaran.
Kesiapan dan keterpaduan antara komponen dalam institusi pendidikan akan sangat mempengaruhi pada nilai dan hasil yang dicapai. Akan halnya penerapan kurikulum 2004 pada SMK Negeri di Kota Makassar pada prosesnya tidak lepas dari dua hal pokok di atas. Di samping itu perlu di ketahui bahwa kurikulum berbasis kompetensi dalam pengelolaannya memiliki beberapa komponen sebagai suatu sistem, yaitu: Kerangka kurikulum dan hasil belajar; Kerangka penilaian berbasis kelas; kerangka kegiatan belajar mengajar; dan Kerangka pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran tentang penerimaan guru program keahlian otomotif SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum 2004.
B. Variabel dan Desain Penelitian
1. Variabel
penelitian ini mempersoalkan variable tunggal yaitu akseptasi guru terhadap penerapan kurikulum 2004 pada program keahlian otomotif .
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif yaitu suatu metode dalam penelitian mengenai keadaan. Skala pengukuran variable adalah skala Likert.
C. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut yang menjadi populasi penelituian ini adalah semua guru mata diklat pada program keahlian otomotif.
Sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang diteliti dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi.
D. Definisi Operasional Variabel
Penerimaan guru SMK Negeri Makassar terhadap penerapan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 adalah sambutan, perlakuan atau sikap guru terhadap penerapan kurikulum 2004 ini.
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Angket
data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpul dengan menggunakan angket tertutup berupa pertanyaan atau pernyataan seputar masalah KBK. Responden diberikan empat jenis pilihan jawaban atas tiap-tiap pertanyaan atau pernyataan. Teknik skala Likert memberi alternatif jawaban dengan empat kategori yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju,dan sangat tidak setuju. Jawaban yang diberikan responden iberi bobot 4,3,2,1 untuk pertanyan atau pernyataan positif dan 1,2,3,4 untuk pertanyaan atau pernyataan negatif.
2. Wawancara
sasaran wawancara atau interview adalah kepala sekolah selaku pengambil kebijakan terhadap penerapan KBK, wakil kepala sekolah bidang kurikulum bidang, dan ketuaprogram keahlian. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam tentang pelaksanaan dan penerapan KBK di SMK Negeri Makassar.
F. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh diolah dengan metode statistik deskriptif. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membuat daftar skor mentah beserta sampel.
2. Membuat distribusi frekuensi dari skor mentah.
3. Ukuran tendensi sentral yang dipakai adalah mean dengan rumus:
(Sudjana 1999:67)
Keterangan:
X = rata-rata hitung
Fi= frekuensi
Xi= titik tengah
4. Ukuran penyebaran yang dipakai adalah deviasi standar dengan rumus sebagai berikut:
S2 =
(Sudjana 1999: 97)
Keterangan:
S = deviasi standar
n = jumlah sampel
Fi = frekuensi
Xi = titik tengah
Untuk mengetahui tingkat kecenderungan akseptasi guru dalam menerapkan kurikulum 2004, maka digunakan kriteria kecenderungan dengan rumus:
Nit = Nilai tertinggi instrumen
Nir = Nilai terendah instrumen
Mi = Nilai rata-rata ideal setiap ubahan
Kecenderungan adalah:
Sangat tinggi > Mi + 1,5 SDi = Mi + SDi
Tinggi antara Mi s/d Mi + 1,5 SDi = Mi s/d Mi + SDi
Sedang antara Mi – 1,5 SDi s/d Mi = Mi – SDi s/d Mi
Rendah < Mi – 1,5 SDi = Mi – Sdi
DAFTAR PUSTAKA
Dimiati & Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Dinas P & K. 1999. Kurikulum SMK GBPP Produktif. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah.
Dinas P & K Kota Makassar, 2004. Landasan, Program, dan Pengembangan Kurikulum SMK 2004. Bahan Sosialisasi Kurikulum SMK 2004 tingkat kota Makassar (15-16 Desember 2004).
Hamalik, Oemar. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep, Karakteristik dan Implementasi). Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Nasution S. 1982. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bandung: Jemmars.
Natawijaya, Rahmat. 1986. Peranan Guru dalam Bimbingan di Sekolah. Jakarta: Abardin.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004 Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.
Poerwadarminta, W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Rahman, Sabri. 2005. Persepsi Guru dan Siswa SMK Negeri 3 Makassar terhadap Proses Pembelajaran KBK 2004. Proposal Penelitian FT UNM.
Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.
Sugiyono. 1992. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
------------. 1994. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sudjana. 1996. Metode Statistik. Bandung: Tarsito
Syaiful Sagala. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
LEMBAR PENGESAHAN
Proposal dengan judul:
PENERIMAAN GURU TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM 2004 PADA PROGRAM KEAHLIAN OTOMOTIF SMK NEGERI DI KOTA MAKASSAR.
Atas Nama Saudara:
Nama : Musi
Nim : 015214020
Jurusan : Pendidikan Teknik Otomotif
Fakultas : Teknik
Setelah diperiksa dan diteliti oleh Dosen Pembimbing, maka proposal ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diseminarkan.
Makassar, Agustus 2005
Disetujui Oleh
Pembimbing I, Pembimbing II,
Prof. Dr. Hamsu Abd. Gani, M.Pd Drs. Darmawang, M.Kes
Nip. 131459944 Nip. 131950854
Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Ototmotif,
Drs. Darmawang, M.Kes
Nip. 131950854
Langganan:
Postingan (Atom)

