MASUK

Minggu, 06 Maret 2011

TERM OF REFERENCE FAKULTAS TEKNIK UNHAS

BAB I
KONSEP DASAR


I.1. DASAR PEMIKIRAN

Dunia kemahasiswaan yang penuh dinamika merupakan suatu fase dalam siklus dalam kehidupan manusia. Fase yang akan mempertegas peran manusia sebagai mahluk sosial yang senantiasa peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dimana peran tersebut harus dilakoni sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kepada komunitas yang telah memberikan konstribusi besar dalam perjalanan hidupnya.
Disatu sisi, rutinitas proses pembelajaran yang satu arah, cara pandang terhadap suatu permasalahan yang masih parsial, dan kondisi mentalitas yang masih labil terhadap-perubahan serta tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang masih kurang telah membentuk pola pikir yang cenderung menghambat pertumbuhan kreatifitas dan menguburkan sikap kritis calon mahasiswa.
Sementara disisi lain, roda kehidupan mahasiswa yang berputar cepat menuntut pribadi yang siap untuk menerima segala bentuk konflik, persoalan dan permasalahan. Adalah suatu realita dalam kehidupan mahasiswa bahwa tantangan dan cobaan akan senantiasa mewarnai setiap lembar hidup mahasiswa. Oleh karena itu sikap mental yang teguh, percaya diri, dan keyakinan dalam bersikap dan bertindak menjadi syarat mutlak. Dengan demikian pola penyadaran yang mengarah pada pembentukan komponen-komponen tersebut menjadi sebuah kebutuhan.
Proses mahasiswa sebagai agent of change yang memegang peranan penting dalam usaha mengantar masyarakat kepada perubahan yang lebih baik dan sebagai agent of social control yang senantiasa mengawasi jalannya roda kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus dipahami dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa baru. Kesadaran sebagai seorang intelektual dan seorang teknokrat adalah paduan serasi yang harus mewarnai setiap sudut pikiran mereka, yang kemudian akan turut mewarnai cara bersikap dan bertindak mereka.

I.2. SUBSTANSI POZMA

Setiap kegiatan atau program kerja, terkhusus lagi kegiatan yang bernuansa penyadaran pastilah memiliki substansi. Substansi merupakan sesuatu yang menjadi landasan berpikir, bersikap dan bertindak dari komponen-komponen yang terlibat di dalam kegiatan tersebut. Sehingga kegiatan tersebut mempunyai kejelasan arah gerakan dan senantiasa bergerak diatas rel kebenaran menuju pada tujuan atau sasaran yang hendak digapai. Namun substansi kegiatan tidak kemudian menjadi kekuatan yang menghambat dan mengendapkan improvisasi dan kreatifitas.
Substansi POZMA merupakan suatu hal yang mendasari seluruh rangkaian kegiatan POZMA dan seluruh fase-fasenya, yang berperan sebagai frame yang membatasi setiap pikiran, sikap dan tindakan seluruh komponen yang terlibat (baik secara langsung maupun tidak) dalam kegiatan yaitu Organising Commitee, Steering Commitee, Mahasiswa Teknik, Pihak Fakultas, mahasiswa baru, dan orang tua/wali mahasiswa baru.
Adapun substansi POZMA :
“Membangun kesadaran bermahasiswa, yang berbasis pada kesadaran intelektual yang mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang di dukung oleh nilai – nilai dan idealisme kemahasiswaan.”

I.3. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan kegiatan merupakan kondisi ideal yang diharapkan terjadi pada individu yang telah melewati sebuah proses, dimana kondisi output tersebut disusun berdasarkan ketimpangan-ketimpangan dan kondisi realitas input, yang kemudian dikembangkan. Namun pemetaan di atas masih berdasarkan faktor internal individu, padahal faktor eksternal juga mengambil peran yang sakral, yang kemudian tertuang melalui kepentingan tersendiri dalam tujuan khusus.
Adapun tujuan kegiatan POZMA adalah sebagai berikut :
 Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.
 Mengembangkan tanggung jawab keilmuan menuju kecendekiaan.
 Menumbuhkan kreatifitas berpikir yang rasional dan demokratis.
 Menyiapkan pribadi yang bermental teguh dan percaya diri.
 Membangun cara pandang yang universal terhadap suatu permasalahan.
 Membangun sikap loyalitas terhadap lembaga.
 Membantu mengembangkan potensi diri mahasiswa baru.
 Lembaga mendapat kepercayaan sebagai tempat membangun diri.

I.4. AZAS PELAKSANAAN KEGIATAN
Azas pelaksanaan kegiatan merupakan kerangka dasar yang menjadi acuan metodologi pelaksanaan POZMA 2004 guna mencapai tujuan.

Azas pelaksanaan kegiatan adalah :
 Learning to Know
 Learning to Do
 Learning to Life Together
 Learning to Be

I.5. SISTEMATIKA PELAKSANAAN

Sistematika pelaksanaan sangat dibutuhkan dalam penyusunan perencanaan kegiatan, dimana didalamnya diperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan tejadi sepanjang pelaksanaan guna menstabilkan jalannya kegiatan. Jika stabilitas tercipta maka format-format acara yang akan mengisi kegiatan akan dilakukan dengan baik sehingga memudahkan terjadinya transfer nilai-nilai yang pada akhirnya usaha pencapaian tujuan kegiatan dapat terpenuhi.
Dengan pertimbangan diatas POZMA kemudian dibagi dalam 3 (tiga) fase yaitu :
 Fase Pra-POZMA
 Fase POZMA
 Fase Pasca POZMA
Dimana ketiga fase tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh dan harus dijalani oleh setiap individu mahasiswa baru secara berkesinambungan, tanpa terkecuali. Selanjutnya setiap fase disusun berdasarkan muatan, target, metodologi-nya masing-masing.




BAB II
PREPOSISI PRA POZMA


II.1. DESKRIPSI PRA POZMA

Dalam pelaksanaan program kerja, kegiatan pra identik dengan persiapan guna memantapkan fisik dan mental dari individu-individu yang terlibat. Dengan maksud agar individu-individu tersebut nantinya mampu menjalani kegiatan inti dengan sebaik-baiknya.
Fase ini merupakan tahap penyadaran awal tentang eksistensi POZMA dengan prediksi bahwa eksistensi POZMA dibenak mahasiswa baru adalah negatif. Hal ini disebabkan oleh pola pikir mereka yang belum mampu menarik muatan-muatan POZMA yang dibahasakan melalui bahasa simbolik yang teraktualisasi di lapangan. Kondisi-kondisi di permukaan inilah yang kemudian mereka yakini dan memformat pikiran mereka dengan semakin terisolasi bahkan trauma. Kondisi psikologis demikian akan berdampak pada kemampuan untuk memahami dan kesiapan untuk menerima muatan-muatan dalam POZMA. Kesiapan mental yang baik akan membuka isolasi pikiran mereka sehingga nantinya mereka mampu memaknai setiap muatan POZMA.
Fase ini meliputi pendataan (pengambilan dan pengembalian biodata), pengenalan awal kondisi akademik dan persiapan mengikuti POZMA.

II.2. TARGET YANG INGIN DICAPAI
a. Mahasiswa baru dapat teridentifikasi dengan baik.
b. Pandangan Mahasiswa Baru menjadi lebih positif tentang POZMA.

II.3. METODOLOGI DAN TEKNIS
II.3.1 Pengambilan Biodata
A. Pengertian
Bagian dari pendataan dimana pada fase ini mahasiswa baru mengambil formulir pendaftaran dan biodata.
B. Tujuan :
 Interaksi awal kepada maba sebelum Pozma 2004.
 Pembagian blanko formulir biodata kepada calon peserta Pozma 2004
 Pemilihan maba yang akan berperan mendukung acara
 Identifikasi medis peserta.
C. Metodologi :
 Distribusi langsung oleh panitia pelaksana (OC)
 Interview
D. Tempat :
 Tempat pendaftaran Mahasiswa Baru UNHAS atau Posko yang ditentukan oleh OC.
E. Waktu :
16 – 21 Agustus 2004

II.3.2 Pengembalian Biodata
A. Pengertian :
Pengembalian Biodata adalah acara pengembalian biodata Mahasiswa Baru FT-UH kepada Senat Mahasiswa FT-UH dan sekaligus sarana penggalian dan persiapan tentang kondisi psikologis mahasiswa baru. Acara ini terlaksana selama 2 hari dengan cara bergelombang/sift sebelum pelaksanaan POZMA.
B. Tujuan :
 Panitia pelaksana akan mendapatkan data akurat mengenai jumlah Mahasiswa Baru baik secara administrasi maupun secara nyata. Pengamatan langsung ini diharapkan memberi inspirasi terhadap berbagai hal (misal : Pengelompokan, dll)
 Penekanan awal terhadap penggalian dan pengkondisian psikologis mahasiswa baru untuk benar-benar siap menghadapi POZMA.
 Pemberian motivasi untuk mengikuti Pozma 2004
C. Metode Pelaksanaan :
Dalam rangka pengembalian biodata ini, maka perlu diupayakan suatu model pelaksanaan yang benar-benar rapi dan terorganisir, maka metode pelaksanaan teknis guna mencapai sasaran registrasi mahasiswa baru dan pengkondisian psikologis maba dilakukan dengan cara :
a. Mahasiswa Baru dibagi dalam empat gelombang (dua hari)
b. Maba dikumpul di depan LT 1 kemudian diatur menjadi kelompok kecil (15 orang)
c. Medical check up oleh OC Medis dibantu oleh TBM di ruang kontrol LT 1.
d. Satu persatu kelompok masuk LT 1.
e. Pemberian materi (yel-yel, lagu Mars Teknik, Lagu Teknik Rap, dan Slamat Datang).
f. Keluar dari LT 1 menuju ruang registrasi (HL 201) melalui “jalur” yang ditentukan.
g. Setelah registrasi diarahkan ke ruang PBT 201 untuk pemberian motivasi.
h. Maba dipulangkan.

D. Target Pelaksanaan
 Seluruh Mahasiswa Baru setelah acara ini sikapnya (menantang, apatis, apriori) melebur kedalam satu sikap mental yang secara ikhlas, sukarela, antusias bahkan bangga dalam menghadapi POZMA. Proses peleburan itu menjadi sikap yang siap mental.
 Pada panitia pelaksana sendiri dapat memperoleh gambaran awal kuantitas peserta POZMA yang akan ikut.
E. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 21 – 22 Agustus 2004

II.3.3 Pengenalan Akademik

A. Pengertian
Kegiatan dimana mahasiswa baru di beri pengetahuan dan wawasan tentang sistem perkuliahan yang akan mereka hadapi kelak di Fakultas Teknik UNHAS.
B. Maksud dan Tujuan
 Agar mahasiswa baru mendapat gambaran secara gamblang mengenai kondisi akademik dan sistem birokrasi tingkat Fakultas dan Jurusan.
 Pengenalan spesifikasi tiap jurusan serta infrastruktur penunjang.
 Pengisian Kartu Rencana Studi.
C. Muatan
 Materi Fakultas dan Materi Jurusan/Program
D. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan
 Ceramah / Diskusi dari Pimpinan Fakultas, Pimpinan Jurusan / Program
E. Tempat Pelaksanaan
 Ruangan di jurusan masing – masing atau yang ditentukan oleh Panitia.
F. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 23 Agustus 2004.

II.3.4 Pengenalan Kelembagaan

A. Pengertian
Kegiatan dimana mahasiswa baru di beri Pemberian gambaran singkat mengenai sistem dan kondisi kelembagaan OKFT-UH
B. Maksud dan Tujuan
 Pengenalan struktur kelembagaan OKFT-UH.
 Penjelasan fungsi dan wewenang perangkat-perangkat OKFT-UH.
 Pengenalan garis besar program kerja OKFT-UH.
 Pengenalan mekanisme kelembagaan OKFT-UH.
C. Muatan
 Materi kelembagaan tingkat fakultas dan tingkat jurusan
D. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan
 Ceramah / Diskusi dari ketua-ketua lembaga dalam lingkup OKFT-UH.
E. Tempat Pelaksanaan
 Ruangan yang ditentukan oleh Panitia.
F. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 24 Agustus 2004

II.3.5 Pembekalan

A. Pengertian
Pembekalan merupakan persiapan terakhir menjelang pelaksanaan POZMA yang dilakukan sebelum Pelaksanaan acara POZMA tersebut. Persiapan yang dimaksud adalah pembagian baju POZMA dan lain- lain, serta penjelasan yang dianggap perlu.
B. Tujuan
 Untuk memberikan persiapan berupa perlengkapan, pengelompokan dan informasi lainnya yang dianggap perlu.
 Pemantapan acara pembukaan.
C. Metode Pelaksanaan
1) Penjelasan maupun pengarahan itu berisikan segala sesuatu yang oleh panitia dianggap penting untuk disampaikan. Secara umum penyampaian itu harus memuat tata tertib ( aturan – aturan main ) dalam POZMA 2004.
2) Sedangkan secara teknis, persiapan peserta POZMA dapat berupa :
 Pembagian Kostum, Scarf dan Buku Panduan.
 Pemberian materi suplemen berupa tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh peserta Pozma 2004.
E. Target Pembekalan
1) Segala informasi yang dianggap perlu menyangkut pelaksanaan Pozma 2004 diketahui oleh peserta.
2) Semua perlengkapan telah terbagi kepada peserta Pozma 2004
F. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 24 Agustus 2002
G. Tempat Pelaksanaan
Lapangan Merah Teknik dan PBT 401.

BAB III
PREPOSISI POZMA

III.1. DESKRIPSI
POZMA adalah salah satu bentuk kegiatan dari sebuah rangkaian pola penyadaran yang didalamnya memuat materi-materi dengan muatan tertentu yang divariasi dengan acara-acara outdoor. Adapun materi-materi tersebut bermuatan nilai-nilai kemahasiswaan yang universal. Terkhusus pressure mental disajikan dengan grafik yang semakin meningkat dari hari ke hari.

III.2. METODOLOGI PELAKSANAAN

III.2.1 Selamat Pagi Teknik
A. Pengertian
Selamat Pagi Teknik adalah rangkaian simulasi untuk mengeksplorasi nilai-nilai kemanusiaan dan etos pergerakan kemahasiswaan dari mahasiswa baru.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Penanaman nilai egaliter.
 Penanaman nilai-nilai kebersamaan.
 Pengenalan konflik strata sosial.
 Pembentukan kebanggaan terhadap “Teknik”.
 Penanaman nilai-nilai slogan “TIKUZ” (Teknik Itu Kuat Untuk Segalanya).
 Peningkatan kepekaan sosial.
 Pencerahan realitas kebangsaan.
 Gambaran kondisi realitas internal kampus (perilaku birokrat).
 Simulasi ketidakadilan sosial.
 Penanaman semangat juang yang tinggi.
C. Metode Pelaksanaan
1. Peserta Pozma 2004 dikumpul di Pintu I untuk dibagi dalam kelompok kecil (40 orang).
2. Setiap kelompok bergerak menuju lapangan merah Teknik melalui jalur dengan metode-metode yang telah ditentukan. Adapun metode tersebut adalah sebagai berikut :
 Sepanjang jalur peserta akan melaksanakan aktifitas fisik yaitu lari di tempat, guling, merayap, jalan kereta, lompat kodok dan jalan jongkok.
 Pergerakan tersebut berubah sesuai dengan area yang telah ditentukan.
3. Peserta yang sampai di lapangan merah langsung berbaris menurut kelompok (GB) yang telah ditentukan.
4. Senam pagi berupa gerakan-gerakan ringan untuk pendinginan.
5. Persiapan menuju materi berikutnya.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 25 – 27 Agustus 2004, Pukul 05.30 – 08.00 WiTA
E. Tempat Pelaksanaan
Pintu I Universitas Hasanuddin sampai Lapangan Merah Teknik.

III.2.2 Pembukaan Pozma 2004
A. Pengertian
Pembukaan POZMA 2004 adalah acara seremonial yang dilaksanakan sebagai pertanda dimulainya POZMA 2004.
B. Tujuan Pelaksanaan
1. Untuk memperlihatkan kebesaran OKFT-UH terhadap sesama mahasiswa Teknik.
2. Sebagai ajang kreatifitas mahasiswa baru 2004.
3. Sebagai wadah berkumpulnya mahasiswa Teknik tanpa memandang perbedaan jurusan maupun angkatan.
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan pembukaan ini diatur sedemikian rupa berupa atraksi-atraksi dari kreatifitas Peserta dan diselingi oleh sambutan oleh pihak-pihak yang terkait.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 25 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Lapangan Merah Fakultas Teknik UNHAS

III.2.3 Pergerakan Kemahasiswaan
A. Pengertian
Materi ruangan berupa pengenalan peran dan tanggunggjawab mahasiswa dalam memahami nilai dan pola pergerakan kemahasiswaan.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Pengenalan Tri Dharma Perguruan Tinggi
 Pengenalan dunia kemahasiswaan
 Pengenalan peran sebagai “agent of control”
 Pengenalan peran sebagai “agent of social change”
 Penanaman tanggungjawab sebagai lokomotif reformasi
 Penanaman tanggungjawab sebagai pilar demokrasi
C. Metode Pelaksanaan
Berupa materi ruangan dimana terdapat penyampaian materi yang akan diselingi oleh sesi diskusi dengan peserta Pozma 2004.

D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 25 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.4 Dinamika Kemahasiswaan
A. Pengertian
Materi lapangan yang diberikan berupa simulasi untuk penanaman nilai kreatifitas dan kekompakan peserta Pozma 2004.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Pengenalan aplikasi team work
 Pengembangan daya inovasi
 Pengembangan semangat berkompetisi.
 Pengembangan kemampuan manajemen.
 Pengembangan kemampuan individu
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan berupa simulasi lapangan untuk memacu kreatifitas dan daya berpikir taktis peserta serta peningkatan kemampuan individu peserta Pozma 2004.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 25 dan 26 Agustus 2004, Pukul 16.15 – 17.30 Wita
E. Tempat Pelaksanaan
Teknik Area

III.2.5 Realitas Kebangsaan
A. Pengertian
Materi ruangan berupa pemaparan kondisi aktual kenegaraan dalam mengedepankan peran mahasiswa sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Pemaparan budaya KKN di Indonesia
 Pemaparan lemahnya supremasi Hukum
 Pemaparan kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.
 Pemaparan perkembangan demokrasi di Indonesia
 Pemaparan kondisi (budaya) aktual ‘birokrat kampus’
 Pemaparan kondisi internal lembaga intra kampus.
C. Metode Pelaksanaan
Berupa materi ruangan dimana terdapat penyampaian materi yang akan diselingi oleh sesi diskusi dengan peserta Pozma 2004.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 26 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.6 Metodologi Aksi
A. Pengertian
Materi ruangan berupa gambaran manajemen dan perangkat aksi dalam suatu demonstrasi sebagai salah satu bentuk pergerakan kemahasiswaan.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Pemaparan eksplorasi isu aktual.
 Pemaparan strategi aksi
 Pemaparan penyusunan perangkat aksi
 Pemaparan fungsi perangkat aksi
 Pemaparan pelaksanaan aksi
 Pemaparan evaluasi aksi
C. Metode Pelaksanaan
Berupa materi ruangan dimana terdapat penyampaian materi yang akan diselingi oleh sesi diskusi dengan peserta Pozma 2004.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 26 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.7 Teknik Peduli
A. Pengertian
Salah satu bentuk aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat dimana peserta Pozma 2004 terlibat langsung dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara umum.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Untuk meningkatkan semangat pengabdian pada masyarakat dalam diri mahasiswa baru
 Sebagai wujud langsung kepedulian peserta Pozma 2004 pada khususnya dan anggota OKFT-UH keseluruhan pada umumnya terhadap isu-isu kemasyarakatan.
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan berupa turun langsung ke lapangan dalam suatu aksi peduli yang melibatkan peserta Pozma 2004, anggota OKFT-UH dan masyarakat umum di daerah pelaksanaan kegiatan.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 26 Agustus 2004, Pukul 13.00 – 17.00 Wita
E. Tempat Pelaksanaan
Masih dalam Konfirmasi


III.2.8 Bravo… Bravo… Bravo…
A. Pengertian
Suatu kegiatan berupa pemaparan sejarah kelembagaan dan perkembangan Teknik dari waktu ke waktu.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Pemaparan sejarah Teknik.
 Pemaparan Karakter umum ‘ANTEK’ dari masa ke masa.
 Pemaparan prestasi-prestasi Teknik yang telah dicapai.
 Pemaparan Hegemoni Teknik.
 Pemaparan hubungan horizontal Teknik
C. Metode Pelaksanaan
Berupa materi ruangan dimana terdapat penyampaian materi yang akan diselingi oleh sesi diskusi dengan peserta Pozma 2004.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 27 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.9 Keep On Fighting Till The End
A. Pengertian
Suatu materi berupa gambaran umum realitas kondisi kelembagaan Fakultas Teknik Unhas dan berbagai hal yang menyangkut di dalamnya.
B. Tujuan Pelaksanaan
2) Gambaran kondisi OKFT-UH masa kini
3) Gambaran kelebihan dan kekurangan OKFT-UH
4) Gambaran peluang dan tantangan yang dihadapi OKFT-UH
5) Gambaran karakter umum OKFT-UH
C. Metode Pelaksanaan
Berupa materi ruangan dimana terdapat penyampaian materi yang akan diselingi oleh sesi diskusi dengan peserta Pozma 2004.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 27 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.10 Teknik Teknik Teknik
A. Pengertian
Suatu materi berupa pemberian indoktrinasi kelembagaan yang dilakukan sebagai penanaman nilai-nilai yang merupakan tujuan utama pelaksanaan Pozma 2004.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Penanaman nilai egaliter
 Penanaman nilai kebersamaan
 Penanaman dedikasi dan loyalitas kelembagaan
 Penanaman jiwa militansi
 Penanaman idealisme kemahasiswaan
D. Metode Pelaksanaan
Berupa pemberian doktrin secara monolog dalam suasana yang hening dan sakral untuk lebih meningkatkan daya serap peserta terhadap doktrin yang diberikan.
E. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 27 Agustus 2004
F. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401

III.2.11 Pozma Behind The Scene
A. Pengertian
Suatu bentuk materi berupa pemaparan substansi dari seluruh rangkaian metodologi Pozma 2004 untuk dipahami secara jelas oleh peserta Pozma 2004.
B. Tujuan Pelaksanaan
 Penjelasan metodologi pelaksanaan
 Penjelasan sistematika simulasi
 Penjelasan nilai-nilai Pozma
 Penjelasan kedudukan Pozma dalam OKFT-UH
C. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 27 Agustus 2004
D. Tempat Pelaksanaan
Ruang PBT 401


III.2.12 Spirit Of Pozma
A. Pengertian
Kegiatan ini merupakan proses akhir dari seluruh rangkaian pelaksanaan Pozma 2004 berupa prosesi penutupan yang dikemas sedemikian rupa untuk menciptakan suasana yang sakral dan akan dikenang sepanjang masa oleh seluruh peserta Pozma 2004
B. Tujuan Pelaksanaan
 Sebagai malam renungan dan penanaman doktrin
 Mempererat tali persaudaraan sesama peserta Pozma 2004
 Meningkatkan semangat dan jiwa keteknikan dikalangan peserta Pozma 2004.
 Memberikan arti tersendiri sebagai sebuah momentum awal bagi keberadaan peserta Pozma 2004 dalam menapakkan langkah di OKFT-UH.
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan Spirit Of Pozma ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan diantaranya :

1. Prakondisi
Suatu simulasi dalam upaya mempersiapkan mental peserta dalam mengikuti rangkaian acara selanjutnya.
2. Teknik Tour
Suatu kegiatan dimana peserta bergerak mengelilingi Teknik area pada jalur yang telah ditentukan berupa jalan kereta dimana peserta tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya.
3. Renungan
Suatu bentuk kegiatan dimana dilaksanakan penanaman nilai-nilai kemahasiswaan yang sejati yang selanjutnya dapat menjadi parameter bagi peserta dalam bersikap dan bertingkah laku sebagai mahasiswa nantinya.
4. Seremonial Penutupan Pozma 2004
Seremonial ini berupa penerimaan secara simbolis mahasiswa baru sebagai anggota OKFT-UH yang dibarengi dengan acara pembakaran api unggun dan kembang api.
D. Waktu Pelaksanaan
Tanggal 27 Agustus 2004
E. Tempat Pelaksanaan
Teknik Area

seni rupa untuk perkembangan otak anak

Otak adalah organ tubuh terpenting manusia yang tak hanya sebagai pusat kontrol, tetapi juga pusat kendali, tetapi juga sebagai pusat kendali atas semua sistem dalam tubuh. Otak merupakan organ inti kecerdasan dan kemampuan berpikir manusia. Secara anatomi otak terbagi kepada beberapa bagian. Bagian terbesar disebut dengan otak bear dengan dua belahan yang terkenal dengan otak kiri dan otak kanan.
Menurut riset Prof. Regar Sperry menyatakan otak cenderung membagi aktivitas menjadi dua yaitu : aktivitas otak kiri dan aktivitas otak kanan. Bila yang satu aktif yang lain cenderung in aktif. Otak kiri berhubungan dengan logika, urutan bahasa angka, angka dan analisa. Sedangkan otak kanan akan aktif bila berhubungan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Namun dalam riset yang berbeda oleh Prof. Robert Ormstein. Dr. Robert Bloch dan Tony Iluxan membuktikan bahwa mengembangkan aktivitas otak kiri dan kanan secara harmonis dan simultan akan menggandakan kemampuan dasar secara sinergi.

Potensi belahan otak kiri dan kanan
Pertumbuhan otak anak paling pesat terjadi pada usia 0-2 tahun, dimana volume otak akan mencapai 80 %. Akan tetapi tidak berarti bahwa perkembangan otak berhenti hanya sampai disitu saja. Volume otak anak terus berjalan hingga usia 12 tahun. Hal ini membuat pemberian nutrisi dan stimulasi bagi perkembangan otak masih tetap sangat dibutuhkan, bahkan setelah usia 12 tahun. Perlu pro aktif orang tua dalam membentuk perkembangan otak kiri dan kana secara seimbang. Untuk kecerdasan yang optimal.

Fungsi otak kiri bagi perkembangan anak
- Mengontrol kemampuan gerak dan fungsi tubuh sebelah kanan
- Mengontrol kemampuan bicara dan menulis
- Mengontrol kemampuan bahasa dan pengucapan
- Mengontrol kemampuan menganalisa dan pengambilan keputusan
- Mengatur logika berfikir
- Mengontrol kemampuan berhitung

Fungsi otak kanan untuk perkembangan anak
- Mengontrol kemampuan gerak dan fungsi tubuh sebelah kiri
- Mengontrol kemampuan berfikir secara konseptual
- Memahami bahasa yang sederhana atau kreatifitas isi pembicaraan
- Mengatur kemampuan bermusik dan visualisasi
- Mengontrol daya ingat
- Pengembangan imajinasi dan kreatifitas bagi anak.

Orang tua memiliki peran yang sangat strategis untuk mendukung perkembangan kecerdasan anak secara optimal. Di samping gizi yang seimbang sudah tentu menciptakan kondisi lingkungan yang mensimulasi aktivitas otak kiri dan kanan. Kenalkan anak sedini mungkin dengan warna, kosa kata, cerita dan berkreatifitas.

Pendidikan seni berperan penting untuk perkembangan belahan otak bagian kanan
Banyak masyarakat kita (para orang tua) yang menganggap bahwa pelajaran seni khususnya seni rupa, bukanlah pelajaran penting. Apalagi bila ditinjau dari segi ekonomisnya. Karena pelajaran seni rupa selalu dihentikan dengan biaya yang besar. Sementara di pihak lain secara praktis pendidikan seni rupa dianggap tidak menghasilkan keuntungan material yang memadai.
Ditambah lagi tentang pengalaman berkesenian seseorang yang tidak memberikan jaminan apa-apa secara material. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kehidupan seorang seniman tidak menjamin kemapanan secara materi. Banyak seniman yang punya nama besar, tetapi tetapi tetap hidup miskin. Sehingga banyak orang tua yang melarang anaknya untuk menjadi seniman. Kecuali jika hanya sebagai hobi
Sementara bagi siswa sendiri pelajaran seni rupa adalah suatu yang harus diiringi dengan bakat. Jika tidak berbakat bagaimanapun cara belajarnya hasilnya tetap tidak akan bagus.
Dewasa ini diberbagai sekolah jam pelajaran untuk berkesinambungan diperkecil. Bahkan di beberapa sekolah unggul ada yang sudah dihapuskan sama sekali. Padahal menurut Prof. Ramesh Ganta (Kakatia University) “Bahwa bangsa yang menggusur pendidikan seni dari kurikulum sekolahnya akan menghasilkan generasi yang berbudaya kekerasan di masa depan, karena kehilangan kepekaan untuk membedakan nuansa baik dan nuansa buruk” (Disampaikan pada kongres international society for education through art di Asia Pasifik tahun 1994).
Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Paris, bila diteliti silabus pelajarannya ada mata pelajaran yang membantu anak lebih banyak mengetahui tentang seni : yaitu art dan mitologi. Anak-anak di sana tidak hanya tahu tentang keindahan sebuah lukisan yang terpajang tetapi juga mengetahui latar belakang pelukisnya atau perspektif sejarah ketika lukisan itu digoreskan di atas kanvas. Hal inilah barangkali yang membuat orang-orang Amerika mempunyai apresiasi yang cukup tinggi. Sejak kecil mereka dididik untuk mencintai museum dan karya seni.
Nah cobalah tanya anak-anak pelajar yang ada di sekitar kita, dalam setahun berapa kali sudah mengunjungi museum? Atau sudah berapa kalikah kita membawa anak ke museum dan pameran seni rupa? Atau bila lebih jeli, silahkan intip kurikulum sekolah anak kita, adakah di dalamnya terselip study ke museum? Mengunjungi pameran lukisan dan patung? Menghadiri pementasan teater? Menikmati musik daerah? Saluang atau Gamad atau Rabab dan Randai?
Harus kita akui dan perlu kita sadari bersama bahwa operasi seni dan budaya adalah salah satu elemen yang memperhalus karakteristik seseorang. Dilandasi kenyataan tersebut sangat penting artinya memberikan pendidikan seni rupa terhadap tumbuh kembang anak antara lain :
1. Pendidikan seni rupa mampu memberikan kebebasan tanpa paksaan dalam pengalaman batin anak.
2. Pendidikan seni rupa merupakan pendidikan ekspresi sebagai upaya pencerdasan anak dalam membentuk mental yang sehat jasmani dan rohani, berdisiplin penuh tanggung jawab, kritis bijaksana, berbudaya dan memiliki perasaan halus terhadap berbagai persoalan yang lahir di sekitarnya.
3. Pendidikan seni rupa mampu menghidupkan fantasi, melatih ketangkasan berfikir diiringi ketajaman penghayatan terhadap alam sekitar serta lingkungan dimana anak-anak berada.
4. Pendidikan seni rupa mampu mendatangkan jiwa dan raga anak-anak hingga kelak mencintai daerahnya dengan dilandasi nilai estetis dan artistik.
Lesunya berbagai cabang seni budaya luhur kita antara lain, karena absennya apresiasi masyarakat terhadap seni. Mungkin saja cara pengajaran dan pendidikan seni budaya kita baru sampai pada permukaan, belum menukik ke inti, yang membuat masyarakat kita memberikan penghargaan tinggi pada karya seni dan budaya kita.
Kekurangan dalam sistem pendidikan kita ini perlu disadari oleh para orang tua, eksekutif dan para pelaku pendidikan. Kita bersyukur dampaknya acara pekan budaya Sumatera Barat telah menjadi taman budaya setiap tahunnya. Dari acara ini tentunya diharapkan untuk tumbuh wawasan apresiasi seni dan budaya pada masyarakat sekitar.
Sayangnya dari undangan yang hadir saya tidak melihat anak sekolah/pelajar minimum perwakilan dari mereka. Hal ini hendaknya menjadi catatan tersendiri bagi panitia, bahwa untuk ke depannya, generasi muda kita dirangkul dalam setiap kegiatan seni budaya, minimal menjadi undangan. Karena dengan terjun langsung ke lapangan, setiap anak akan melihat, mendengar dan menyaksikan langsung bagaimana luhurnya keanekaragaman seni dan budaya mereka. Tentu akan sangat berbeda hasilnya dibanding hanya dengan membaca dari buku, atau mendengarkan guru bercerita di depan kelas dengan waktu yang sangat terbatas. Ini tentu saja akan memberikan stimulus yang sangat besar untuk perkembangan potensi belahan otak bagian kanan anak.

Sabtu, 05 Maret 2011

Mengapa aku harus belajar membaca notasi

Sebagian orang adalah pemain gitar alami, mereka belajar dengan cara mendengar dan melihat orang lain bermain, dan itu luar biasa. Kemampuan untuk memainkan apa yang telah dilihat dan didengar adalah sebuah anugerah.
Namun meskipun kita dianugerahi kelebihan seperti itu pada titik tertentu kita akan menghadapi berbagai kendala mengenai berbagai “musical concept” yang disebabkan karena kita tidak bisa membaca notasi. Jika kita adalah seorang musisi atau ingin serius bermain gitar tentu kita perlu mengurangi kata bakat dalam kamus kita.
Kita tidak perlu sibuk menilai diri kita memiliki bakat atau tidak. Kita hanya perlu konsern seberapa besar kecintaan kita terhadap musik dan gitar. Kita hanya perlu konsern dengan seberapa besar kita dapat mengembangkannya. Memiliki bakat atau tidak itu urusan orang lain bagaimana penilaian mereka terhadap kita, dan biasanya penilaian tersebut meleset. Apa yang mereka pikirkan tidak seperti yang sebenarnya. Bahkan para ahli tentang kinerja otak, psikologi dan pengembangan diri mengatakan bahwa kita lebih hebat dari yang kita bayangkan selama ini.
Kita akan melihat dengan jelas kemajuan kita ketika fokus dengan apa yang kita lakukan. Jika kita mencintai blues, ketika kita ingin bermain seperti Jimi Hendrix atau Stevie Ray, -dan hanya itu yang ingin kita lakukan- maka membaca notasi tidak perlu dijadikan prioritas utama. Bermain secara rutin dengan sesama pemain gitar yang memiliki style dan minat yang sama bisa menjadi prioritas. Belajar ratusan licks dan solo bisa menjadi prioritas. Namun tentu saja setelah begitu banyak proses dan pengalaman kita mulai perlu membaca notasi.
Ada sebagian orang yang baru belajar gitar dan mungkin alat musik lain merasa perlu untuk mengetahui setiap teknik atau scale yang kita tunjukkan kepada mereka. Mereka penasaran dan ingin tahu apa yang mereka lakukan secara ?mental? mungkin tentang nama kord, nama nada dll.. Mereka tidak begitu tertarik dengan penjarian. Setiap orang memilki karakter yang berbeda-beda. Orang-orang seperti ini perlu untuk belajar membaca notasi, tidak sekedar memainkan saja. Mereka perlu belajar musik secara sistematis. Kita perlu mengetahui karakter yang ada pada diri kita, karena sangat dibutuhkan dalam mengekspresikan musik. Jangan pernah mendengarkan orang yang terlalu percaya diri akan bakat mereka yang menyuruh kita untuk tidak belajar membaca notasi.
Jika kita mampu membaca notasi berarti telah membuka wawasan kita terhadap musik. Kemampuan tersebut memberikan kunci untuk memahami musik lebih dalam lagi. Memiliki kemampuan membaca seperti memiliki asuransi ketika kita mengalami kendala di kemudian hari. Membaca merupakan kunci untuk membuka kemampuan yang lain, mencerna berbagai macam buku musik Dari buku tersebut kita mendapatkan wawasan baru yang tidak kita peroleh dari lingkungan kita. Banyak buku-buku musik bermutu yang ditulis oleh musisi terbaik dimuka bumi ini. Jadi mengapa kita harus menyianyiakan pelajaran-pelajaran berhaga dari para musisi tersebut?
Jika ada orang yang baru belajar gitar ataupun musik setelah membaca buku pelajaran gitar atau buku teori musik menanyakan apa itu ?akor augmented?? apa itu ?pergerakan melodi yang paralel?? mengapa melodi di frase ini tidak enak didengar? Bagaimana kita akan menjelaskannya jika mereka tidak mengerti sama sekali tentang notasi dan istilah-istilah musik. Untuk belajar teori, kita harus tahu bagaiman membaca notasi. Dengan kata lain kita harus menggunakan bahasa yang pas dan disini kita menggunakan kata-kata dan istilah musik untuk menjelaskannya.
Mungkin kita memiliki guru yang bagus dan kreatif yang dapat menjelaskannya namun kita tidak mendapatkan pemahaman yang komplit jika kita tidak dapat membaca. Hal tersebut seperti memahami grammar tanpa kita bisa membaca A-B-C-D.
Kapan mulai belajar membaca notasi?
Ada suatu keakinan bahwa kita hendaknya belajar membaca notasi sejak pertama kali belajar gitar (alat musik lain). Tidak seperti itu. Mudah untuk menguasai gitar tanpa pemahaman notasi sebelumnya. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya tetangga kita dan lebih banyak lagi pengamen yang dapat bermain gitar namun tidak bisa membaca not. Jika kita adalah seorang guru gitar (guru les mungkin), biasanya pada awalnya kita mengajarkan gitar hanya dengan memberi contoh penjarian kord tanpa membahas bagaimana membaca notasi karena dengan begitu murid akan terlibat secara emosi, dan emosi adalah salah satu faktor dalam bermain musik sehingga mereka mau untuk belajar. Mengajari murid bermain gitar sekaligus membaca notasi seperti menyiram api yang baru menyala dengan air.
Belajar membaca notasi itu sangat kompleks, melibatkan proses mental, dan berhubungan dengan konsep yang abstrak. Seperti mengungkapkan perasaan cinta yang penuh filosofi pada pacar di kencan pertama, dari sekedar memberi bunga dan sekotak coklat .
Jadi ?misal kita seorang guru gitar/musik- maka kita harus hidupkan apinya dulu. Belajar lagu yang mereka suka dengan kord yang sederhana. Setelah beberapa bulan baru masuk ke notasi. Mereka mulai bisa menerima setelah terbiasa dengan gitar dan mulai mengerti mengapa membaca notasi itu penting untuk mereka.
Mengajari murid membaca not itu tidak mudah, perlu trik dan teknik. Sulit mengajari anak-anak membaca not bertitik (dewasa juga sering sulit). Untuk paham not bertitik maka kita harus tahu ketukan atas dan bawah, kita harus tahu nilai setengah terhadap nilai not sebelumnya. Biasanya mereka tidak paham. Jadi, disini kita merangkap menjadi guru matematika. Pada tahap ini bisa memakan waktu lama. Bahkan orang yang sudah belajar lama membaca notasi sering bingung saat membaca not bertitik.
Kenyataannya banyak orang yang sudah lama belajar namun masih bermasalah dalam membaca notasi -selain karena jarang dilatih- merupakan korban dari pendidikan yang kurang baik, banyak hal yang tidak dijelaskan, atau mungkin sama sekali tidak dibahas atau sekedar sambil lalu. Akhirnya, harus dapat dimengerti bahwa belajar membaca notasi merupakan proses yang panjang seperti membaca tulisan alpabet. Saat ini setelah mengalami proses bertahun-tahun kita dapat membaca tulisan dengan cepat tanpa harus mengeja lagi. Demikian halnya dengan membaca notasi, semakin sering kita membaca maka semakin lancar kita membaca.
Ingin atau tidaknya kita belajar membaca notasi itu merupakan sebuah pilihan. Tapi kita perlu mengumpulkan informasi mengapa kita memilihnya sehingga kita mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang baik.
(sumber Jamie Andreas, telah mengalami editing)

Musik dan Emosi

Dalam kehidupan sehari-hari musik sangat berpengaruh terhadap emosi.
Sebagai contoh. Apakah kita sering menonton film maupun sinetron?
Tentu (eh tapi kalo sinetron enggak lah ) :tipi:
Sekarang coba perhatikan background musik (BGM) pada setiap adegan. Saat adegan sedih BGM-nya adalah musik-musik sendu, pada saat ada adegan kepahlawanan maka musiknya berubah menjadi heroik, begitu juga untuk musik horor yang disesuaikan dengan adegan yang mencekam dan menakutkan.
Nah sekarang coba bayangkan bagaimana jika musik tersebut tidak sesuai dengan adegannya, misal suatu ketika sound direktornya memasukkan musik yang salah pada suatu adegan. Adegan mencekam namun musik latarnya adalah musik humor…. Bayangkan film Tusuk Jalangkung BGM-nya adalah musik Tom And Jerry. Bagaimana film tersebut jadinya? Tentu saja tidak jadi mencekam.
Jika kita mendengar kaset pengajian seolah-olah saat itu sedang ada layatan maka suasana hati kita jadi ikut berduka cita. Jika kita mendengar lagu-lagu natal seolah-olah kita terbawa pada semangat natal meskipun perayaan natal masih dua bulan lagi.
Mungkin ini contoh yang paling kuat dari dampak musik/lagu terhadap mood kita.
Coba bayangkan lagu Indonesia raya. Seberapa kuat lagu itu mempengaruhi kita? Semangat Nasionalisme kita akan mucul bukan?
Dengan demikian musik sangat mempengaruhi mood kita terhadap suatu peristiwa. Dan ini bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saat sedih kita cenderung menguatkan perasaan kita dengan pikiran-pikiran negatif. Kita membayangkan kehilangan pacar, ditertawakan dimuka umum, tidak dihargai, hingga membayangkan tentang kematian padahal semuanya itu tidak terjadi. Kita memperkuatnya dengan memutar lagu-lagu melankolis supaya terkesan lebih dramatis. Kita sering melakukannya dan tanpa sadar mungkin sudah menjadi kebiasaan. :nangis:
Sesungghuhnya kita tidak perlu larut dan terlalu lama berada dalam keadaan seperti itu. Meskipun berat untuk merubah mood tersebut kita harus tetap sadar bahwa keadaan tersebut tidak memberdayakan dan kita harus segara meninggalkannya. Kita harus mengambil keputusan.
Salah satu hal terpenting dalam kehidupan ini adalah mengambil keputusan, dan keputusan untuk merubah mood sedih tersebut sesungguhnya menandakan bahwa kita memiliki kuasa terhadap diri kita sendiri.. Jika kita terlibat dalam emosi sedih seperti itu maka keputusannya ada dua yaitu kita membiarkan larut dalam kesedihan atau segera bangkit untuk menyudahi kesedihan dan menggantinya dengan sebuah kesempatan baru.
Kalau kita memilih untuk segera bangkit dan melangkah maju maka berikut tipsnya.
Kita bisa melawan mood kita yang lagi sedih dengan musik-musik yang ceria!! Seberapa kuat dan cepat musik dapat merubah emosi tersebut? Caranya?
Kalau kita sedih berjalanlah keluar rumah atau naik motor kemana saja sambil dengarkan musik lewat headset/ipod :musik:(volume diatur agar tidak terlalu keras karena bisa berbahaya dalam berkendara). Saat itu kita akan merasakan bahwa kita menjadi pemeran utama dalam film kehidupan ini. Musik yang kita dengarkan solah-olah menyatu dengan film yang sedang kita perankan. Putar musik yang memberikan inspirasi, bisa musik klasik yang megah, musik jazz, pop, rock, soundtrack kartun atau sebagainya yang penting musik tersebut bisa memberikan semangat dan cocok untuk BGM adegan ?kebangkitan kita?.
Rasakan musik tersebut beserta semua yang saat ini terjadi dalam kehidupan menyatu semuanya. Bagaimana musik tersebut mengiringi perasaan, gerakan tubuh, mengiringi lingkungan, mengiringi kendaraan yang sedang berlalu lalang, pedagang, pejalan kaki, bayangkan musik mengiringi jalan raya yang sangat sibuk dan selalu ingat bahwa kita adalah pemeran utamanya. Bayangkan kita sebagai aktor utama siap untuk mendobrak kekalahan dan siap untuk meyambut peluang dan kesempatan baru.
Apa yang kita rasakan kemudian? Emosi sedih tersebut dengan cepat berubah menjadi semangat. Biasanya kita akan tersenyum dan berteriak terhadap perubahan tersebut. Dan biasanya memang berhasil.
Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa kita memiliki kuasa untuk menentukan apa yang akan kita alami. Sekuat apapun kita selalu saja ada saat dimana kita dikalahkan oleh emosi-emosi negatif. Namun seberapa cepat kita bangkit tergantung keputusan yang kita ambil. Kita sendiri yang menentukan apa yang akan kita rasakan. Kita sendiri yang menentukan masa depan kita.
“Kita bukan ciptaan keadaan, tetapi kita menciptakan keadaan” (Benjamin Disraeli)
“Saat mengambil keputusan itulah takdir dibentuk” (Anthony Robbins).

telat nikah

Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, dan Akh
Indra Hermawan mengirimkan tulisan ini untuk anda,
Buat merenungi, kenapa telat nikah.

SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan,
tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna
segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya
bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan
baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak,
cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang,
keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh..banyak
sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak
tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak
ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang
ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya,
katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria
khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor
dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau
yang sudah punya mobil lah... Karena kriteria yang
cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi
yang harus telat nikah.

STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study
oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama.
Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu
pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang
lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja,
SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2
di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke
Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa
kalo'butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah
kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini
juga sering terjadi.

PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu
alasan yang diutarakan sebagain oranmg
untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya
apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya
rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer,
mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?]. Prinsip belum
punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang
yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas
terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak
apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik
angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??].
HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam
pernikahan. Apalagi bus....

ORANG TUA PINGIN.....
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi
penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya
sich udah pingin juga, tapi orang tua saya..., demikian
keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak
yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam,
seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu
muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu
karirmu.....Permintaan orang tua yang seperti ini
sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih
panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak
ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama
ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya
hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo' si anak
mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya,
insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat.

NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah
itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo'
udah punya anak, tambah susah lagi dong...
Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada
juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian
cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau
tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran
atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana,
keluar kesini.....

PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma
dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah
dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak.
Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia
jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa.
Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila
kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang
lain.

PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari
ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki
dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua.
Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat
jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti,
tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha
Adil terhadap hamba-NYA.

Itulah tadi beberapa penghalang seseorang
untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun,
tiga tahun, empat, lima..... akhirnya usiapun beranjak
tua.
_______________
Disadur ulang oleh inDra hermAwan
dari majalahEL-FATA, edisi 05/II/2002. Semoga
bermanfaat !!!!

Benarkah Orang Baik Belum Tentu Masuk Surga ?

Apakah Bunda Theresa yang sepanjang usia nya dibaktikan untuk umat miskin India harus masuk neraka ? Apakah Paus Paulus II yang pernah menjamu calon pembunuhnya dengan baik hingga si calon pembunuhpun membatalkan rencana pembunuhan tersebut juga tak pantas masuk surga ? Apakah Mahatma Gandi yang secara lembut, sabar dan selalu menggunakan jalan damai untuk membela kemerdekaan rakyat India juga harus masuk neraka ? Bagaimana pula dengan sebagian dari milyaran umat manusia non Islam yang baik hati, apakah mereka harus masuk neraka dibanding sebagian dari milyaran umat manusia lainnya yang beragama Islam tapi buruk perilakunya ?

Apakah Akhlak Menentukan Seseorang Masuk Surga atau Tidak ?

Seorang ustadz yang saya tanya mengenai hal itu menjawab singkat, “kalau memang akhlak yang dijadikan patokan oleh Tuhan untuk menentukan pantas tidaknya seseorang masuk surga atau neraka, maka agama tidak diperlukan lagi di muka bumi ini”
Kalau memang akhlak sangat menentukan masuk surga atau tidak, maka untuk apa lagi agama, karena tanpa agama saja orang bisa berbuat baik. Di negeri atheis seperti di Rusia, China, atau di Eropa dan Amerika, ditemukan banyak orang yang tak beragama tapi memiliki akhlak yang luar biasa baiknya. Tidak usah jauh-jauh, pasti kita sering ketemu teman atau tetangga yang baiknya luar biasa, ia mengaku punya agama tapi tak pernah sholat atau ke gereja, tapi nyatanya akhlaknya lebih baik dari orang yang rajin beribadah.

Sifat baik adalah fitrah yang diberikan Allah sejak kita didalam kandungan. Fitrah (sifat-sifat baik) adalah kecenderungan manusia untuk berbuat kebaikan, seperti halnya binatang buas diberi Allah kecenderungan untuk bersifat buas walaupun ia berusaha dijinakkan di lingkungan manusia. Hawa nafsu dan pilihan manusia sendiri yang membuat seorang manusia menjadi jahat dan berperilaku buruk.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya. Dan sesungguhnya mereka didatangi oleh setan yang menyebabkan mereka tersesat dari agama mereka” (HR Muslim).
Allah menganugerahi manusia kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk sesuai firman Allah : “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (QS, Al-Balad 90 : 10). “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS, Al-Insaan 76 : 3).
Kemudian setan berusaha mengaburkan jalan yang benar sehingga jalan yang baik oleh manusia dikira sesat, dan jalan yang sesat dikira benar. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al Baqarah 2 : 216) : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Namun tujuan tulisan ini sama sekali bukan untuk menyatakan bahwa akhlak yang baik tidak penting, atau menjadi muslim yang berperilaku buruk lebih baik daripada non-Islam yang baik hati. Tujuannya agar kita menyadari bahwa ada yang lebih penting kita capai dalam agama ini disamping kewajiban untuk berakhlak baik.



Akhlak Seorang Muslim Yang Baik Sekalipun Tidak Cukup Untuk Membuatnya Masuk Surga.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW sangat terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu ia berkata : "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas
cinta dan kebaikan orang tua kita terhadap anaknya. Kita merasa sudah cukup, tapi dalam perhitungan Allah nilai jasa kedua orang tua pada anaknya jauh lebih besar nilainya dari yang dibayangkan manusia. Pasti ada sesuatu perbuatan lain yang harus kita lakukan untuk memperbanyak balas budi kita pada kedua orang tua kita. Diantaranya dengan cara menjadi anak yang sholeh dan selalu mendoakan kedua orangtua kita.

Ada perspektif yang sama antara hadits tersebut barusan dengan hadits berikut ini. Rasulullah SAW pernah berkata, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?” . Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah. Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Apa makna dari kedua hadits tersebut diatas ? Yaitu bahwa perbuatan baik (akhlak) dan ibadah kita ternyata tidak mampu untuk mendapatkan tiket ke surga. Hanya karena rahmat-Nya lah kita bisa ke surga. Akhlak dan amal ibadah juga tidak cukup menjamin kita terbebas dari api neraka, hanya ampunan-Nya lah yang bisa membuat kita terbebas dari api neraka. Karena itu kita diminta banyak memohon rahmat dan ampunan Allah.

Pertanyaan berikutnya (dikaitkan dengan judul tulisan ini) adalah apa syaratnya agar doa kita untuk memohon rahmat dan memohon ampunan Allah bisa diterima ?
Tidak semua orang diberi rahmat surga, dan tidak semua orang diberi ampunan dari ancaman neraka. Allah menentukan syarat utamanya adalah beriman kepada-Nya dan rasul-Nya (melalui syahadat).

Apakah Benar Anggapan Bahwa Sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang Akan Membuat Allah Tidak Mungkin (Tega) Menghukum Orang Yang Baik Hati ?

Di akhirat kelak orang yang tidak beriman kepada Allah akan membawa amal kebaikannya ke hadapan Allah, tapi kemudian Allah tidak menerimanya, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al Furqan ayat 23, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”.

Ibarat seorang pembantu yang bekerja keras pada majikannya, setiap hari ia bangun pagi membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyapu halaman, menjaga keselamatan anak majikan selama majikan bekerja diluar. Namun sang pembantu yang rajin ini ternyata cara berbicaranya tak sopan dan suka berbohong, walaupun baginya itu sudah sopan dan bohongnya bohong kecil menurutnya. Sang pembantu tidak mau berusaha memperbaiki cara ia berkomunikasi dengan sang majikan. Ia tidak juga berusaha mencari tahu apa yang diinginkan sang majikan. Padahal jelas sang majikan sudah menulis tatatertib dan uraian kerja pembantu rumah tangga, diantaranya disebutkan sang majikan bahwa kesopanan dan kepercayaan adalah syarat terpenting bekerja di rumah majikan tersebut. Bahkan terkadang ia sombong dan keras hati dengan menganggap bahwa sebagai orang yang berintelektual tinggi seharusnya majikannya bisa menerima kekurangan sang pembantu. Maka apapun kebaikan dan jasa si pembantu menjadi tidak ada artinya bagi
sang majikan, karena yang paling utama bagi majikannya adalah kesopanan dan kejujuran.

Analogi sederhana ini, menyiratkan bahwa agar doa, ampunan, amal dan ibadah kita bisa diterima Allah hendaknya kita mengenal Allah secara baik, melalui perenungan dan makrifatullah. Kitapun sebagai hamba Allah perlu mencari tahu apa sebenarnya syarat utama yang diinginkan Allah agar segala amal ibadah dan akhlak baik kita diterima Allah. Tidak susah mengenal Allah karena karya-Nya ada disekeliling kita, bahkan Ia telah memperkenalkan diri-Nya melalui kitab-kitab suci dan ajaran nabi-Nya. Sekarang tinggal kita saja mempelajarinya dan mencari kebenaran. Insya Allah manusia (entah itu Islam, Kristen atau Islam yang masih ragu-ragu) yang serius dan dengan tawadhu ingin mencari kebenaran maka Allah memberi petunjuk (hidayah) melalui Qur’an dan hadits.

Memahami Allah dengan menggunakan kemampuan akal manusia adalah sia-sia, karena hakikat Allah adalah diluar batas akal manusia. Hati manusia akan membantu kita memahami Allah, karena didalam hati bersemayam fitrah manusia yang salah satunya memiliki sifat-sifat cinta kepada Allah. Hatipun perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran (sifat sombong, dengki, kikir, dsbnya) agar fitrah manusia kembali bercahaya menerangi pikirannya.

Tanpa Mengenal Sifat Allah Dengan Baik Maka Sia-sialah Akhlak Baik, Amal dan Ibadah Kita

Melalui pengenalan yang baik terhadap Allah melalui cara-cara yang diatur dalam Qur’an dan hadits, akan kita temukan bahwa Allah mensyaratkan aqidah Islam yang benar sebelum segala amal ibadahnya diterima. Aqidah Islam diwujudkan dalam bentuk syahadat hati dan lisan.

Aqidah adalah apa yang diyakini seseorang, bebas dari keraguan. Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Aqidah Islam merupakan syarat pokok menjadi seorang mukmin, dan merupakan syarat sahnya semua amal kita. Untuk memperoleh aqidah yang lurus kita perlu mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah dan apa-apa yang disukai dan dibenci Allah. Tanpa aqidah yang lurus maka amal ibadah kita tidak diterima-Nya. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah syirik, yaitu mensejajarkan diri-Nya dengan makhluk atau benda ciptaan-Nya. Allah berfirman, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang yang merugi” (QS, Az-Zumar: 65).

Aqidah adalah tauqifiyah, artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil, dan tidak ada medan ijtihad atau berpendapat didalamnya. Sumbernya hanya al-Qur’an dan as-Sunnah, sebab tidak ada yang lebih mengetahui tentang sifat-sifat Allah selain Allah sendiri. Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah SWT dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan ta’at kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih tentang Prinsip-Prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.

Begitu pentingnya aqidah dalam Islam, sehingga pelurusan aqidah adalah dakwah yang pertama-tama dilakukan para rasul Allah, setelah itu baru mereka mengajarkan perintah agama (syariat) yang lain. Didalam Al Qur’an, surat Al-A’raf ayat 59, 65, 73 dan 85, tertulis beberapa kali ajakan para nabi, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain-Nya”. Dengan demikian ilmu Tauhid sebagai ilmu yang menjelaskan aqidah yang lurus, merupakan ilmu pokok yang harus dipahami sebaik mungkin oleh setiap umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agamanya. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan terbenam dalam keraguan dan berbagai prasangka, yang lama kelamaan akan menutup pandangannya dan menjauhkannya dari jalan hidup kebahagiaan. Tanpa aqidah yang lurus seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu oleh berbagai informasi yang menyesatkan keimanan kita.

Wallahu a’lam bish shawab.